05 October 2022, 21:12 WIB

Tim SAR Cari WNA Terseret Arus Sungai di Gianyar Saat Arung Jeram


Ruta Suryana |

TIM SAR gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), BPBD Kabupaten Gianyar dan Polda Bali terus melakukan pencarian warga negara Amerika Serikat, Robinaugh Clifford Neil, 64, yang hanyut terseret banjir.
 
Korban hanyut saat rafting Selasa (4/10) kemarin di Sungai Ayung, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Kepala Basarnas Bali Gede Darmada saat dihubungi melalui sambungan telepon di Denpasar, Bali, Rabu (5/10), menyatakan sampai kini tim pencarian gabungan belum menemukan tanda-tanda penemuan korban.

"Tadi pagi kami mau melakukan pencarian lagi, tetapi hujan turun sangat lebat di lokasi, sehingga kami tidak dapat menurunkan perahu karet yang digunakan kru rafting. Siang juga sempat hujan deras," katanya.

Gede Darmada menyatakan kondisi cuaca yang tidak kondusif untuk dilakukan pencarian membuat timnya kesulitan untuk menerjunkan tim
pencarian ke sungai karena tidak ingin mengambil risiko terjadinya banjir dari hulu sungai.

"Kami tidak bisa memaksakan para kru untuk mencari karena memikirkan keselamatan mereka juga. Karena yang dikhawatirkan adalah banjir kiriman seperti musibah yang menimpa dua rafting itu," kata dia.

Dia menjelaskan penyebab dari kecelakaan dua perahu rafting yang menimpa beberapa orang kru dan warga negara asing tersebut adalah banjir kiriman di mana dalam waktu yang begitu singkat volume air tiba-tiba membesar dengan aliran yang deras.

Gede Darmada menjelaskan secara kronologis peristiwa hanyutnya perahu karet tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 Wita yang ditumpangi oleh 10 orang WNA yang sedang berwisata arung jeram atau rafting di Ayung Dewata, di Banjar Tanggayuda, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali.

Musibah muncul ketika dalam perjalanan volume air tiba-tiba meninggi dengan arus yang deras yang mengakibatkan satu perahu arung jeram terbalik. Dalam musibah tersebut, dilaporkan sebanyak 10 WNA mengalami kecelakaan saat rafting setelah perahu mereka terbalik.

Sepuluh WNA tersebut ialah Alfonso Sparacino, 49, dan Josephine Sparacino, 47, serta tiga anaknya, Anthony Michael Sparacino, 21, Marcus Joseph Sparacino, 20, dan Christian David Sparacino, 17, Johannes Felix Berger, 24, Svenja Bee, 24, dan pasangan asal India, Vellaisamy Jayaraj, 27, dan Loshni Vimal Chandran, 26. Seorang lagi adalah korban yang belum ditemukan.

"Tim kami masih di lapangan sambil memantau perkembangan situasi dan dibantu oleh banyak relawan, BPBD, kepolisian dan kru rafting yang ada di sana. Kesulitan yang dihadapi sekarang itu hujan dan adanya sungai yang bercabang," kata Gede Darmada.

Dia mengungkapkan sejak mendapatkan kabar tentang musibah tersebut, Basarnas dibantu oleh para relawan pengelola rafting di Ubud.

"Kemudian kemarin (Selasa 4/10), kami lakukan penyusuran ke Bongkasa, Mambal. Sambil menginformasikan kepada masyarakat mungkin ada yang menemukan warga Amerika yang masih dalam pencarian ini. Kemungkinan esok (Kamis 6/10) kami perluas lagi wilayah pencarian sampai ke muara sungai tersebut. Kita berharap dia terdampar di pinggir sungai, tidak sampai ke laut," kata dia.

Gede Darmada mengatakan pihaknya sempat mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada penemuan pelampung, tetapi pihaknya belum memastikan pelampung itu milik korban. Bahkan jika itu benar, maka akan menambah kerumitan dalam pencarian WNA tersebut.

"Kalau memang benar terlepas dari jaket pelampungnya, ini akan menyulitkan kami juga apakah tenggelam, tersangkut atau gimana. Ini kita sih mengkaji kemungkinan-kemungkinan ini," katanya.

Untuk mempercepat proses pencarian WNA Amerika yang hanyut tersebut, Gede Darmada meminta bantuan masyarakat yang ada di pinggiran sungai untuk memantau area di sekitar sungai sembari dilakukan pencarian oleh Tim SAR gabungan.

"Kita berharap secepatnya ditemukan bahkan dengan durasi waktu bisa lebih dari tujuh hari dengan memanfaatkan bantuan teman-teman relawan yang ada," kata dia. (Ant/OL-16)

BERITA TERKAIT