03 October 2022, 07:25 WIB

Gugus Tugas Pemuda Katolik Gelar Webinar Pemuda Penggerak Transformasi Digital


Mediaindonesia.com |

SEIRING perubahan jaman, transformasi digital memang tidak bisa dihindari. Pemerintah bahkan mendorong semua pelaku usaha, khususnya pelaku UMKM agar bertranformasi ke digital.

Berangkat dari situ Departemen Gugus Tugas Pengurus Pusat Pemuda Katolik  bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar webinar seri II bertema 'Pemuda Penggerak Transformasi Digital di tanah Papua dalam program Papua Edukatif' yang berlangsung secara daring pada, Sabtu (1/10).

Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informasi Bidang Komunikasi dan Media Massa, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, SE., M.Com mengungkapkan hampir 77% penduduk Indonesia sudah melek teknologi digital, terutama generasi muda. 

“Teknologi akan membantu kita dan organisasi kita untuk lebih efektif dan efesien serta lebih mudah. Anak-anak muda bisa menjangkau dunia dengan mengakses teknologi digital,” ungkapnya. 

Menurut Widodo, konektivitas yang semulanya dicanangkan pada 2032 mendatang dimajukan dan direncanakan akhir tahun ini. Semua daerah diharap sudah bisa mengakses jaringan telekomunikasi.

Hal ini tidak terlepas dari program Kemenkominfo untuk mendorong pembangunan infranstruktur telekomunikasi dan memasang jaringan di seluruh daerah, sehingga bisa terkoneksi. Diharap tidak ada daerah lagi yang tidak mendapatkan jaringan telekomunikasi, tetapi semua daerah bisa terkoneksi jaringan internet.

“Di samping infrastruktur, harus ada road map government atau digital. DPR baru saja mengesahkan UU tentang Perlindungan Data Pribadi,” tuturnya. 

Senada, Ketua Prodi S1 Hubungan Masyarakat Universitas Kristen Sastya Wacana, Dr. Rini Darmastuti, S.Sos., M.Si mengatakan bahwa budaya dalam menggunakan media sosial merupakan sesuatu yang sangat penting.  Menurut Rini, setiap orang yang menggunakan media sosial harus membangun budaya yang baik dalam membangun komunikasi.

“Budaya media sosial penting harus diperhatikan, sehingga setiap orang bisa saling menghargai dan menghormati dan tidak menimbulkan konflik,” tuturnya. 

Rini menjelaskan bahwa ruang lingkup etika dalam bermedia sosial perlu diperhatikan seperti kesadaran dalam melakukan sesuatu atau memiliki tujuan, tanggung jawab.

“Memiliki integritas seperti kejujuran, menghindari plagiasi, manipulasi, dan lain sebagainya. Selain itu, kebijakan dalam hal-hal yang bernilai kemanfaatan, kemanusiaan dan kebaikan dalam menggunakan media sosial,” jelasnya. 

Pada kesempatan sama, Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Bondan Wicaksono mengatakan bahwa pihaknya mempunyai program petra digital yang terus berkolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya Kemenkoinfo melakukan workshop dan pelatihan mengenai digitalisasi bagi pemuda katolik di seluruh Indonesia.

Menurut Bondan, literasi digital merupakan hal paling penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama generasi muda agar memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk membangun sumber daya manusia.

“Program digitalisasi yang dilaksanakan selama ini oleh Pengurus Pusat Pemuda Katolik merupakan bagian dari program kerja dan upaya membangun kolaborasi, sehingga gerakan literasi digital ini terus digaungkan kedepannya,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Relawan TIK Papua, Aldo F. Mooy mengungkapkan bahwa pihaknya terus membangun semangat literasi digital bagi semua kalangan, baik pelajar, mahasiswa dan organisasi kepemudaan di Papua. 

“Semangat literasi digital terus kami gaungkan dari Relawan TIK Papua bersama-sama dengan komunitas lainnya, seperti memperkenalkan penggunaan media sosial yang baik dan benar, pelatihan perlindungan data pribadi dan lain sebagainya,” ucapnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga melaksanakan kegiatan literasi digital dengan berkolaborasi bersama para jurnalis senior di Papua untuk melakukan program pelatihan mengenai literasi digital dan penulisan berita.

“Ini merupakan semangat kolaborasi untuk memperkenalkan kerja-kerja jurnalis secara dini kepada para siswa dan siswi di sekolah-sekolah di Papua,” ujarnya.

Sementara itu, jurnalis Kompas.com, Roberthus Yewen menyatakan bahwa semangat membangun literasi digital perlu digaungkan oleh para komunitas literasi di berbagai bidang yang ada di Papua.

Dalam momentum ini, Ketua Departemen Gugus Tugas Papua Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Melkior Sitokdana, ST.,M.Eng berterima kasih kepada semua pihak, terutama para narasumber dan peserta yang telah hadir mengikuti kegiatan ini secara daring yang dilaksanakan oleh Gugus Tugas Papua Pengurus Pusat Pemuda Katolik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam kegiatan ini. Semoga semangat literasi digital terus kita gaungkan dalam membangun Papua kedepan,” ucapnya. 

Melkior mengatakan bahwa kegiatan ini tidak terlepas dari kerjasama antara Pengurus Pusat Pemuda Katolik dan Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk bersama-sama membangun semangat literasi bagi generasi muda yang ada di Papua.

“Semoga dengan webiner ini para pemuda di Papua terus membangun dirinya dan ikut terlibat dalam program dan kegiatan literasi digital di komunitas dan lingkungannya masing-masing dalam membangun Papua di bidang literasi digital,” ujarnya. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT