02 October 2022, 22:30 WIB

Kemendikbud Ristek Tetapkan Batik Salem Brebes Warisan Budaya Tak Benda 2022


Supardji Rasban |

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud
Ristek) menetapkan Batik Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sebagai
Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) 2022. Penetapan WBTB terhadap batik
Salem tersebut bertepatan dengan Hari Batik Nasional 2022.

Batik Salem melengkapi dua prestasi Brebes sebelumnya yang sudah ditetapkan sebagai WBTB, yaitu telor asin dan Ritual Ngasa
Jalawastu. Penetapan WBTB tersebut tentu merupakan kebanggan bagi
masyarakat Kabupaten Brebes.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Brebes, Wijanarto, menuturkan penetapan WBTB batik Salem menjadi tantangan berat bagi para perajin batik di Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes untuk merawat kelestariannya.

"Penetapan WBTB terhadap batik Salem ini tentu saja membanggakan bagi
masyarakat Kabupaten Brebes lebih khusus para perajin batik di Kecamatan Salem yang selama ini menekuninya," ujar Wijanarto, Minggu
(2/10).

Wijanarto menyebut tidak hanya membanggakan bagi masyarakat Kabupaten
Brebes dan para perajin batik di Kecamatan salem. "Tapi, sekaligus juga
merupakan tantangan untuk bisa melanggengkan sekaligus meningkatkan
kualitas dan motif batik yang lebih beragam dengan tidak meninggalkan ciri khasnya," tambahnya.

Wijanarto menuturkan perjalanan panjang untuk penetapan itu sudah dimulai sejak 2021, tetapi hasilnya ditunda. Baru pada 2022 diuji lagi hingga lolos ditetapkan sebagai WBTB. Penetapan WBTB  ini tentu sangat berarti bagi ratusan pengrajin batik yang hidup di Desa Bentar dan Bentarsari, yang masuk wilayah Kecamatan Salem.

"Batik yang awalnya hanya sebagai baju untuk dipakai sehari-hari yang juga sudah ditetapkan sebagai seragam Batik Brebesan. Batik yang mempunyai ciri khas warna alam seperti hitam, cokelat dan maron yang pada awalnya mempunyai sedikit motif," terang Wijan.

Ia menambahkan motif Kembang Manggar dan Kopi Pecah sebagai motif awal, yang kini sudah memiliki banyak ragam motif.


Atmo Tan Sidik

 

Budayawan Pantura  Atmo Tan Sidik, mengapresiasi Kemendikbud Ristek yang menetapkan WBTB terhadap batik Salem tersebut dan tentu merupakan kebanggan bagi masyarakat Kabupaten Brebes, dan para perajin batik di Kecamatan Salem.

"Penetapan batik Salem sebagai WBTB oleh Kemendikbud Ristek itu sebenarnya juga tidak serta merta karena sudah melalui proses yang panjang berbilang tahun. Saya kebetulan ikut terlibat memandu tim peneliti Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta saat berkunjung ke Brebes pada tahun 2009 bersama ibu Maryatun Indrakusuma, istri mantan Bupati Brebes," ucap Atmo Tan Sidik.

Dia mengaku hingga sekarang kerap menghadiahi batik motif Salem
kepada para tokoh dan juga artis. Yang pernah diberi hadiah batik motif
Salem oleh Atmo Tan Sidik antara lain novelis Ahmad Thohari, Zawawi Imron, Komjen Budi Waseso, artis kawakan Yesy Gusman dan juga Duta Baca Indonesia, Heri Hendrayana Harris atau lebih dikenal dengan nama Gol A Gong.

"Ya agar batik Salem lebih dikenal luas," jelas Atmo Tan Sidik, mantan
Kepala Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes. (N-2)

 

BERITA TERKAIT