29 September 2022, 12:54 WIB

Pimpin Sumpah Apoteker, Ini Pesan Rektor Universitas Sanata Dharma Yogyakarta


Mediaindonesia.com |

MESKI jumlah apotek online terus meningkat, kebutuhan terhadap apoteker tetap tinggi. Apalagi keahlian apoteker tidak bisa digantikan oleh mesin maupun kecerdasan buatan (AI). 

Namun apoteker baru perlu menumbuhkan social trust dalam masyarakat untuk menghadapi situasi krisis kesehatan masyarakat, khususnya di era pandemi Covid-19 yang telah mengubah banyak hal. Karena itu, para apoteker baru membuka peluang lebih luas untuk semakin terlibat dalam permasalahan hidup masyarakat. 

Hal itu disampaikan Rektor Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, Albertus Bagus Laksana, dalam Sidang Terbuka Pengambilan Sumpah Apoteker Angkatan ke-43 di Ruang Drost Kampus III USD Paingan, Yogyakarta. 

“Melalui sumpah yang diucapkan hari ini, saya berharap Anda semua menjadi pribadi yang lebih teguh, terus bertumbuh, semakin capable dengan ilmu dan profesionalitas, semakin peduli dengan persoalan kesehatan yang semakin rumit dan urgent. Kolaborasi seluruh kelompok juga menjadi hal penting, karena ada hal yang benar-benar dipertaruhkan seperti kesehatan,” kata Romo Bagus.

Sidang Terbuka itu mengambil sumpah 84 apoteker baru. Prosesi Pengambilan Sumpah dipandu oleh Anggota Konsil Kefarmasian Nasional, apt. Maryani,, serta didampingi oleh 5 rohaniwan yang terdiri dari agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha.

Selain jajaran pimpinan Universitas dan Fakultas Farmasi USD, Sidang Terbuka Pengambilan Sumpah Apoteker Angkatan ke-43 juga dihadiri perwakilan Konsil Farmasi Nasional, perwakilan Pengurus Pusat dan Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Pejabat Dinas Kesehatan Provinsi DIY, serta perwakilan perusahaan Farmasi seperti PT Kalbe Farma, PT Dexa Medica Group dan Novell Pharmaceutical Laboratories.

Baca juga : Bobotoh Keluhkan Sistem Distribusi Tiket yang Menyulitkan Komunitas

“Pelantikan apoteker ini sangat istimewa, karena apoteker yang diambil sumpahnya pada hari ini adalah mereka yang telah lulus dalam Ujian Kompetensi Indonesia (UKAI), di mana UKAI menjadi momen bersejarah dalam transformasi pendidikan apoteker Indonesia”, ungkap Wakil Sekjen Pegurus Pusat IAI Arief Sidharta Buana. 

Ketua Konsil Kefarmasian Maryani, menyampaikan perasaan bangga dan gembiranya karena lulusan Apoteker Farmasi USD berasal dari berbagai daerah seperti Bali dan Papua, serta sebanyak tujuh puluh persen mendapat predikat lulus dengan pujian. 

“Ini adalah satu prestasi yang luar biasa bagi Program Profesi Apoteker di USD. Mudah-mudahan bagi yang berasal dari daerah asalnya lebih bisa membangun provinsinya, serta menjadi momentum untuk lebih menyumbangkan baktinya bagi negara dan bangsa,” ungkap Maryani.

Terdapat 59 Apoteker baru yang mendapatkan predikat lulus dengan pujian. Empat diantaranya mendapatkan penghargaan dari berbagai instansi dan perusahaan. Mereka adalah apt. Gabriella Sharen Allolinggi, S.Farm (penghargaan dari PT Kalbe Farma), apt. Ni Made Anggita Laras Hati, S.Farm (penghargaan dari PT Dexa Medica Group), apt. I Made Myasa Darmika, S. Farm (penghargaan dari PT Novel Pharmaceutical Laboratories), dan apt. Katarina Noralita Bahar Gumilar, S. Farm (penghargaan USD Award).

Perwakilan Apoteker baru, Ni Made Anggita Laras Hati mengajak para apoteker baru untuk terus berproses menyesuaikan diri dengan lingkungan profesional. 

“Proses inilah yang membuat kita sadar dan perlu terus kita pegang, seperti salah satu poin kefarmasian yaitu Long Life learner,” ujarnya. (RO/OL-7) 

BERITA TERKAIT