27 September 2022, 18:13 WIB

Workshop Literasi Digital, Masyarakat Kabupaten Lembata Diajak Gunakan Media Sosial dengan Bijak


Mediaindonesia.com |

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi (GNLD) berkolaborasi dalam penyelenggaraan “Workshop Literasi Digital” di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai Literasi Digital kepada lebih dari 180 peserta perwakilan masyarakat dan komunitas di Kabupaten Lembata.

Berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional Indonesia yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo dan Katadata Insight Center pada tahun 2021 disebutkan bahwa Indonesia masih berada dalam kategori “sedang” dengan angka 3.49 dari 5,00. 

Dalam merespon hal tersebut, Kemenkominfo menyelenggarakan Pekan Literasi Digital dengan materi yang didasarkan pada empat pilar utama literasi digital, yaitu kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Lembata Petrus Demong mengajak masyarakat Lembata lebih cakap dalam literasi digital dan mampu menyesuaikan diri di era digital. 

“Perkembangan digital telah mengalami transformasi. Kita harus menyesuaikan diri baik dari diri sendiri, keluarga, lingkungan dan dalam hal yang luas. Kita perlu menyesuaikan diri terhadap digital. Etika dan budaya digital dan sisi keamanan digital. Kegiatan seperti ini disarankan agar terus dilakukan dari waktu ke waktu,” jelas Petrus Demong.

Tema workshop literasi digital adalah “Produktif di Media Sosial dengan Aman, Beretika, dan Berbudaya”, dengan narasumber Elmo San Siro yang merupakan sineas muda, Ketua Bidang media LSM Barakat Alfred Ike Wurin, dan pegiat literasi digital Soni Mongan

Dalam sesi tersebut, Elmo San Siro memutarkan sebuah film pendek, dalam pemutaran film tersebut peserta diperlihatkan bahwa apa yang diposting di media sosial tidak selalu benar, semua bisa disetting, ada baiknya media sosial digunakan sebaik-baik nya agar bisa bermanfaat. 

"Apa yang terjadi dalam keseharian kita sebagai orang Lamaholot, Lembata dan Indonesia selalu berlandaskan Pancasila, tentu penting untuk mengamalkannya juga ketika bermedsos," jelas Elmo.

Baca juga : Presiden: Penyaluran BSU Sudah 48,3%, BLT BBM Nyaris 100%

Selanjutnya, Alfred Ike Wurin mengajak masyarakat untuk berhati-hati dan menjaga data pribadi di media sosial, tidak boleh sembarangan mengunggah data pribadi karena bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dan dapat merugikan pengguna. 

“Tidak semua aktivitas pribadi maupun sosial harus kita publish di media sosial,” tambah Alfred.

Soni menyampaikan materi mengenai Etika Digital. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa etika merupakan dasar dari munculnya sebuah budaya. Aspek tersebut tidak kalah penting dengan nilai budaya itu sendiri. 

Di zaman modern yang serba digital ini, disayangkan bahwa banyak pihak melanggar nilai dari etika di media sosial. Salah satu yang marak adalah fenomena plagiarisme oleh penyanyi yang menjiplak karya orang lain tanpa menyertakan nama dari penyanyi aslinya. 

“Internet adalah anugerah bagi manusia, tetapi harus dikontrol atau dikuasai oleh penggunanya. Bersuaralah dengan kreatif tanpa harus melakukan ujaran kebencian.” jelasnya. 

Selain menyampaikan materi, Soni juga memberikan masukan kepada warga lokal terkait keindahan Kabupaten Lembata yang bisa dipromosikan ke kancah Nasional maupun Internasional dengan memanfaatkan media sosial sebagai perantaranya.

Untuk diketahui, Workshop Literasi Digital ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT