27 September 2022, 17:55 WIB

Puluhan Warga Banyumas Masih Mengungsi akibat Ancaman Longsor


Liliek Dharmawan |

SEBANYAK 21 jiwa di Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, masih diungsikan. Pasalnya, rumah yang didiami mereka terancam longsor setelah tertutupnya aliran Sungai Ente karena longsoran dengan panjang 25 meter dan sedalam 15 meter.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Budi Nugroho mengatakan bahwa penyingkiran material longsor masih terus diupayakan.

"Karena itu 21 warga masih mengungsi untuk sementara. Sebab, kalau hujan deras ada kekhawatiran longsor susulan yang dapat berdampak pada rumah-rumah warga," jelas Budi pada Selasa (27/9).


Baca juga: Bea Cukai dan Polri Bersinergi Gagalkan Pengiriman Seribu Butir Ekstasi


Menurutnya, longsor terjadi akibat dipicu hujan deras. Apalagi di lokasi setempat kondisi tanahnya labil.

Sementara, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas Andi Risdianto mengungkapkan bahwa pihaknya terus berusaha untuk
menyingkirkan longsoran yang menutup aliran Sungai Ente.

"Memang, menyingkirkan tanah yang menutup aliran Sungai Ente tidak menggunakan alat berat. Sebab, ada kekhawatiran bisa memicu tanah amblas lagi," ujarnya.

Sehingga, kata Andi, penanganan bakal dilaksanakan secara manual. Itu saja harus melihat kondisi cuaca. "Penanganan tanah longsor tersebut baru dapat dilaksanakan kalau kondisi cuaca bagus," katanya. (OL-16)

 

BERITA TERKAIT