27 September 2022, 17:43 WIB

Akibat Travel Gelap dan Naiknya BBM, Sopir Elf Di Cianjur Mogok


Benny Bastiandy |

SOPIR elf ke wilayah selatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mogok beroperasi, Selasa (27/9). Mereka meminta pemerintah daerah bisa tegas menindak operasionalisasi travel gelap yang dinilai telah merugikan dari sisi pendapatan.

Ketua Komunitas Driver Elf Mania Indonesia (KDEMI) Koridor Cianjur, Taopik Rohman, menuturkan aksi mogok operasi merupakan bentuk kekecewaan karenasampai saat ini travel gelap masih beraktivitas. Padahal, kata Taopik, aksisudah dilakukan beberapa kali.

"Tapi sampai saat ini belum ada solusinya. Travel gelap atau yang tak berizin masih tetap beroperasi," tegas Taopik ditemui di Terminal Pasirhayam, Selasa (27/9).

Taopik menuturkan maraknya travel gelap berdampak terhadap penghasilan sopir. Ditambah lagi kondisi naiknya harga BBM yang berimbas naiknya ongkos, membuat jumlah penumpang makin sepi.

"Penghasilan kami turun sampai 75%. Untuk mengisi penumpang, kami harus menunggu sampai tiga hari di Terminal Pasirhayam. Itupun tidak penuh. Paling hanya tiga orang penumpang," bebernya.

Anggota KDEMI hampir 400 orang. Mereka merupakan sopir yang melayani 17 trayek ke wilayah selatan Cianjur.  

Taopik mengaku akan tetap melakukan aksi mogok operasi sebelum ada keputusan pemerintah daerah menindak travel gelap. "Sudah jelas, travel gelap itu melanggar Undang-Undang Nomor 22/2009 Pasal 308," pungkasnya.

Pembina KDEMI, Dandan Amirulllah, menambahkan kondisi para sopir elf trayek Cianjur selatan terus terpuruk. Selain dihadapkan keberadaan travel gelap, juga naiknya harga BBM saat ini yang berimbas makin anjloknya penghasilan.

"Ini sangat berimbas sekali terhadap rekan-rekan kami di KDEMI. Penumpang semakin tidak ada, harga BBM juga naik. Padahal, sopir harus memikirkan setoran, jalur, belum harus memikirkan penghasilan ke rumah. Di sisi lain, sekarang penghasilan turun hampir 75%," tegas Dandan.

Aksi mogok operasi para sopir elf difasilitasi Dinas Perhubungan dan Polres Cianjur beraudiensi di kantor UPTD Terminal Pasirhayam. (OL-15)

BERITA TERKAIT