27 September 2022, 11:20 WIB

Persatuan Islam Gelar Muktamar ke XVI, Ridwan Kamil Suntikkan Semangat Memaslahatkan Umat


Bayu Anggoro |

MUKTAMAR ke-XVI Persatuan Islam diharapkan menjadi momentum
untuk memperkuat ukhuwah dan silaturahmi di antara umat. Selain
merumuskan program kerja organisasi, melalui kegiatan inipun diharapkan
jalinan kekerabatan di antara pengurus semakin terwujud.

Demikian dikatakan Ketua Panitia Muktamar Persatuan Islam ke-XVI, KH
Haris Muslim, Selasa (27/9). Dia memberikan sambutan saat pembukaan
muktamar tersebut, di Sutan Raja Hotel and Convention Centre, Soreang,
Kabupaten Bandung.

"Kita rindu Muktamar, dua tahun tertunda karena Pandemi. takdir-Nya kita bertemu disini hari ini, luar biasa," kata Haris.

Selain bermusyawarah menentukan keputusan krusial dan strategis,
Muktamar ini menjadi momen indah dalam membangun silaturahmi dari
seluruh peserta dan peninjau, dan juga dari Pimpinan Wilayah (PW),
Pimpinan Daerah (PD) hingga Pimpinan Cabang (PC).

Untuk itu, kata dia, momen Muktamar ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh seluruh kader untuk mempererat silaturahmi dan memperkokoh dakwah Islam.

"Pertama, hati yang ikhlas mencari yang terbaik untuk jamiyyah. Kedua,
ikhtiar menghasilkan keputusan terbaik untuk jamiyyah. Ketiga,
mempererat tali silaturahmi," jelasnya.

Dalam muktamar itu juga hadir sejumlah tokoh seperti Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil hadir dan memberikan pidatonya dengan menyatakan komitmen dalam mendukung program keumatan. Salah satunya berbentuk hibah tanah yang bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat melalui PP Persis.

Kang Emil berjanji akan memberikan apapun untuk kemaslahatan warga.
"Daripada tanah negara yang nganggur, mubazir, lebih baik diberikan
untuk kemajuan umat di Jawa Barat. Tugas Gubernur, memimpin untuk
memudahkan urusan rakyatnya," tandasnya.

Ridwan Kamil pun berharap Muktamar Persis kali ini bisa mengamalkan sila ke-4 di Pancasila yaitu musyawarah untuk mencapai mufakat. Dia juga menitipkan masa depan Indonesia, hingga sumber daya manusia (SDM) unggul pada 2045, secara spiritualitas dan juga secara duniawi.

Beberapa syarat dan indikator untuk merealisasikan hal itu sudah mulai
dilakukan. Pada 2045, pertumbuhan ekonomi harus di atas 5%, digital ekonomi maju, ekonomi keumatan, SDM  kompetitif dan politik terjaga.

"Saat ini kondisi ekonomi di Jabar lebih tinggi dari nasional. Begitu
juga, inflasi di Jabar 4,7%, sehingga harga aman. Investasi di
Jabar pun selama 6 tahun berturut-turut paling tinggi. Begitu pula
dengan sektor ekspor," tandasnya. (N-2)

BERITA TERKAIT