27 September 2022, 11:10 WIB

LPPM ITB Meluncurkan AR Bahasa Isyarat, Dukung Kopi Saa-Cafein Cafe Inklusi


Bayu Anggoro |

TIM Pengabdian Masyarakat LPPM ITB Kupang bersama Kopi Saa-Cafein Cafe Inklusi meluncurkan Augmented Reality (AR) filter video Instagram.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari perayaan hari Bahasa Isyarat pada 23 September lalu.

Ketua Tim Peneliti LPPM ITB, Achmad Ghazali mengatakan, LPPM ITB
berinisiasi untuk membuat Augmented Reality berupa video filter yang
dipasang pada akun instagram @cafein_cafeinklusi. AR berisi
video bahasa isyarat pilihan dari tim Kopi Saa dan Cafein untuk
menunjang komunikasi antara pelanggan atau teman dengar dan lainnya.

"Penggunaan AR video filter dapat digunakan pengunjung dengan langsung membuka aplikasi Instagram, lalu membuka akun @cafein_cafeinklusi. Setelah itu, pilih menu filter dan arahkan kamera belakang pada logo Cafein yang terdapat pada buku menu, cangkir plastik, atau meja kasir. Secara otomatis nantinya akan muncul gerakan bahasa isyarat beserta arti yang dipilih," katanya,  Selasa (27/9).

Kolaborasi ini disambut hangat oleh tim Cafein. Sischa Rosa Linda
Solokana, perwakilan dari Cafein, selain menyampaikan ucapan terima
kasih, juga membeberkan harapannya terhadap peluncuran AR Video filter
Instagram tersebut.

"Kami berterima kasih kepada LPPM ITB dan Ketua Dekranasda NTT
Bunda Julie Sutrisno Laiskodat, karena adanya peluncuran AR Filter Video Instagram ini. Ini hadiah yang sangat berarti pada Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional," katanya.

Dia berharap ini juga bisa meningkatkan interaksi digital yang mengangkat promosi Cafein melalui kanal sosial media Instagram dan juga mendorong aktivasi dan interaksi organik bagi marketing Cafein.

Kegiatan peluncuran AR ini merupakan rangkaian dari kegiatan pengabdian masyarakat oleh SBM ITB di bawah naungan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) ITB. Ini merupakan salah satu rangkaian puncak, selain pameran virtual UMKM NTT melalui website umkmntt.id.

Dalam konteks yang lebih besar, AR ini merupakan usaha dalam
mengamplifikasi penerapan Sustainable Development Goals (SDGs)
yang telah diinisiasi oleh Cafein.

"Dengan AR ini pengunjung dapat melihat cara paling konkrit dalam mencapai cita -cita lingkungan yang inklusif, semudah belajar, mempraktikkan serta mencoba berkomunikasi dengan teman tuli di Cafein untuk lingkungan yang lebih setara," kata Sischa Rosa.  

Aktivitas ini juga diharapkan menjadi selingan saat pengunjung
kafe ketika menunggu pesanan dibuatkan dan menjadi senjata dalam pemasaran digital. (N-2)

BERITA TERKAIT