26 September 2022, 16:26 WIB

Jalan Baru Bebaskan Tiga Desa di Pesisir Selatan dari Isolasi


Yose Hendra |

UPAYA Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatra Barat, dalam meningkatkan sarana dan prasarana jalan agar semua masyarakat di daerah itu terbebas dari keterisolasian terus dilakukan secara bertahap. Upaya itu juga dilakukan tahun ini melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) penugasan yang bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera).

Melalui dukungan DAK penugasan itu, masyarakat tiga nagari di Kecamatan Airpura terbebas dari keterisolasian di tahun ini. Ini karena jalan sepanjang 7,5 kilometer yang dibangun oleh PT Sadewa Karya Tama dengan Konsultan Pengawas PT Putra Aulia menghubungkan tiga nagari itu dengan pusat kecamatan. Pembangunannya tuntas pada pekan depan. Tiga nagari dengan penduduk mencapai 6.500 jiwa itu ialah Inderapura Timur, Palokan, dan Tanah Bakali.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Pesisir Selatan, Devitra Syamsunardini, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Fahrezi Eka Siska, menjelaskan daerah itu sejak 2017 terus mendapatkan DAK penugasan dari Kementerian PUPR. "Melalui DAK penugasan, kami secara bertahap bisa melakukan pembangunan dan peningkatan ruas jalan kabupaten. Jalan yang dibangun ini bukan saja memberikan nilai tambah terhadap ekonomi dan produksi sentra pangan masyarakat, tetapi juga memiliki nilai sosial kemanusiaan dalam membebaskan mereka dari keterisolasian," katanya, Senin (26/9).

Pada tahun ini melalui dukungan DAK Penugasan Tematik Pengembangan Food Estate dan Produksi Sentra Pangan, daerah itu juga telah membangun ruas jalan Trans Lubuk Ubai sekitarnya. "Melalui pembangunan ruas jalan sepanjang 7,5 kilometer dengan lebar 3,5 meter ini, masyarakat tidak lagi harus menelusuri jalan melingkar yang jelek berbatu dan berlumpur sejauh 25 kilometer untuk menuju kantor camat," katanya.

Selain kualitas pembangunan fisik jalannya bagus, pelaksanaan pembangunan ruas jalan dengan nilai Rp17,2 miliar oleh PT  Sadewa Karya Tama tersebut cepat tuntas atau selesai lebih awal. "Saya katakan demikian karena pengerjaan proyek dengan masa pelaksanaan 180 hari yang dimulai Mei dan berakhir pada 4 November 2022, lebih cepat satu bulan lebih. Saya katakan demikian, sebab pengerjaan yang hanya tersisa 5% saat ini akan selesai pekan depan," ucapnya.

Lebih jauh dijelaskan bahwa untuk tahun ini total DAK penugasan yang berasal dari Kementerian PU-Pera yang didapatkan daerah itu sebesar Rp23 miliar. Jumlah itu mengalami peningkatan dibanding tahun lalu hanya Sebesar Rp13 miliar. (OL-14)

BERITA TERKAIT