26 September 2022, 13:51 WIB

Pemkab Garut Ekspor Perdana Sale Pisang ke Malaysia


Kristiadi |

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Garut mulai meluncurkan ekspor perdana sale pisang ke Malaysia guna meningkatkan kesejahteraan bagi petani. Pengiriman tersebut sebanyak 2.600 bal sale sesuai orderan senilai Rp416 juta per minggu atau mencapai Rp1,7 miliar sebulan.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan pasar ekspor ini memiliki banyak pesaing yang luar biasa. Selain itu, mesti dijaga dari sisi kualitas, harga, dan kontinuitas. "Kami bergembira karena sekarang ada ekspor yang dihasilkan petani di Garut dan ekspor ini akan kami lakukan dengan perencanaan yang baik. Kami juga memberikan penghargaan kepada dinas teknis terutama memberikan usaha untuk pemasaran baru di luar negeri, tetapi tinggal dianalisis apakah punya keuntungan besar, apakah bisa bertahan atau tidak. Namun ini usaha luar biasa dan patut kita apresiasi, dikembangkan terus untuk usaha lain," katanya, Senin (26/9).

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Diperindag ESDM) Garut, Nia Gania Karyana, mengatakan produk sale pisang yang dilakukan oleh petani di Garut akan mencoba kembali melakukan kurasi produk lain untuk diekspor ke Malaysia. Soalnya, ada beberapa produk lain sudah masuk ke gerai minimarket. Namun masih banyak pekerjaan rumah, salah satunya menyiapkan industri kecil menengah (IKM) agar produk yang dijual bisa bertahan lama.

Baca juga: Terseret Arus Pantai Batu Tampih, Satu Warga Dinyatakan Hilang

"Ke depan akan dilakukan pengembangan promosi dan kerja sama perdagangan (P2KP) untuk mengumpulkan beberapa produk. Nanti ada eksportir yang menilai siapa tahu kan tidak hanya sale pisang. Sebetulnya dari sisi kemasan produk ada beberapa produk sudah masuk ke Indomarco. Itu bukti bahwa produk Garut sudah diperhitungkan dan kehadiran Bank Jabar tidak hanya dukungan dana dan segala macam, nanti ada pembinaan sumber daya yang kami harapkan," ujarnya.

Menurutnya, pelaku usaha sale di Garut yang dikenal itu yakni Agus Sale. Mereka bisa memproduksi 150 bal sale pisang per hari. Untuk memenuhi orderan dari pihak Malaysia, mereka akan bekerja sama dengan beberapa IKM lain termasuk berkolaborasi dengan Disperindag ESDM Garut agar kontinuitas produk terus terpenuhi. Mereka bisa memajukan banyak IKM karena usaha selama itu tidak dapat berjalan sendiri tetapi harus berkolaborasi.

Direktur PT. Lestari International Group selaku eksportir, Kurniawan Seviyana, mengatakan, khusus sale dari Garut untuk satu kontainer penuh akan dilakukan secara kontinu. "Ekspor ini ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Dua di antaranya memiliki sertifikasi halal dan izin pangan industri rumah tangga (PIRT)," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT