25 September 2022, 14:30 WIB

Jalan Utama Kecamatan Bantarkalong Menuju Culamega Tertutup Longsor


Kristiadi |

INTENSITAS hujan tinggi yang terjadi di berbagai daerah menyebabkan tebing setinggi 50 meter longsor menimbun ruas jalan utama di Kampung Panyalahan, Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, menuju Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa tetapi akses jalan menuju Pamijahan terganggu.

Kepala Desa Pamijahan, Bantarkalong, Ipin Aripin, mengatakan hujan deras yang terjadi semalam menyebabkan suatu tebing longsor menimbun jalan sepanjang 30 meter dan ketinggian tanah 2 meter mengakibatkan Kecamatan Culamega dan Bantarkalong tidak bisa dilalui kendaraan. Untuk proses evakuasi material dilakukan secara bergotong-royong.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Trans-Flores, Satu Meninggal Dunia

"Longsor yang menutup jalan penghubung dua kecamatan tersebut sudah kedua kali terjadi, pertama Kamis (22/9) pukul 23.00 WIB dan sekarang Minggu (25/9) pukul 11.00. Kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa tetapi penguna jalan maupun masyarakat yang melalui jalan tersebut harus waspada," katanya, Minggu (25/9).

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Irwan, mengatakan intensitas hujan tinggi itu terjadi sejak sore hingga malam kemarin. Proses evakuasi material di lokasi kejadian dilakukan secara manual oleh warga dibantu petugas gabungan. "Alat berat berupa ekskavator (beko) sampai saat ini belum terlihat sehingga warga melakukannya dengan manual," ujarnya.

Akibat bencana longsor itu, kendaraan dari dua arah harus memutar ke Cikalong. "Longsor susulan yang terjadi di jalan utama Bantarkalong- Culamega harus diwaspadai bagi pengguna jalan ketika melintas. Soalnya, sepanjang jalan ini memang dikelilingi tebing curam dengan kemiringan 45 derajat hingga ketinggian antara 50 meter, 100 meter. Kalau hujan deras pasti akan menyebabkan longsor," paparnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT