25 September 2022, 13:05 WIB

Wisata Pecinan Kembang Jepun Bangkit Hidupkan Perekonomian Daerah


Mediaindonesia.com |

KEMBANG Jepun merupakan kawasan pusat bisnis di Indonesia yang menyimpan sejarah perdagangan sejak masa penjajahan Jepang. Kembang Jepun dikenal sebagai salah satu pusat kawasan bisnis perdagangan grosir dengan sebutan CBD (Central Business District) I Kota Surabaya yang kental budaya Jawa, Madura, dan Tionghoa. Seiring waktu berjalan, pada 10 September 2022 Wisata Pecinan Kembang Jepun diresmikan kembali sebagai Kya-Kya Reborn.
 
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang hadir meresmikan bangkitnya Wisata Pecinan Kembang Jepun mengatakan bahwa kawasan tersebut merupakan representasi kembalinya budaya Arek yang lekat dengan nilai-nilai toleransi dan gotong royong yang kuat. Hadirnya Wisata Pecinan Kembang Jepun mampu membuat seluruh elemen masyarakat kampung terlibat, bergotong royong, dan larut dalam kebersamaan. Meski sebelumnya sempat pasang surut akibat perpindahan pusat perdagangan, kini Pemerintah Kota Surabaya bekerja sama dengan beberapa pemangku kepentingan untuk terus membenahi kawasan Wisata Pecinan Kembang Jepun agar ke depan menjadi tujuan bagi wisatawan yang menyambangi kota Pahlawan.

"Saat ini kami bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) sedang membangun konsep Desa Wisata. Kita bisa lihat tingginya potensi wisata dan ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan pada ribuan desa yang tersebar di seluruh Indonesia, khususnya wilayah Kembang Jepun," ungkap Wiwiek Widayati, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga, serta Pariwisata Kota Surabaya, dalam keterangan tertulis, Minggu (25/9).

Salah satu pihak yang berkontribusi dalam proses Restorasi Wisata Pecinan Kembang Jepun ialah Nippon Paint Indonesia yang mendonasikan 125 liter cat Weatherbond dan Pylox Basic untuk para seniman mural menuangkan karya pada sejumlah titik iconis di kawasan Wisata Pecinan Kembang Jepun. Sejumlah bidang mural diaplikasikan dengan Nippon Weatherbond yang merupakan cat eksterior berkualitas tinggi dan tahan terhadap cuaca ekstrem serta tidak mengandung timbal dan merkuri. 

Karya mural dikombinasikan pula dengan produk Pylox cat semprot legendaris yang terbuat dari bahan modifikasi akrilik serta precision nozzle technology yang memudahkan aplikasi. Tersedia dalam ratusan pilihan warna, ini mempermudah para seniman mural dalam berkreasi dan mempercantik kawasan Wisata Pecinan Kembang Jepun. Asst. General Manager Nippon Paint Indonesia Wirya Atmaja mengatakan bahwa pihaknya melalui program CSR Warnai Kehidupan #ColouringLives menyambut dengan positif pengembangan kawasan wisata yang dilakukan oleh pemerintah setempat di area ini. Harapannya, Wisata Pecinan Kembang Jepun dapat terus menjadi salah satu destinasi wisata iconic di Surabaya.

Bangkitnya Wisata Pecinan Kembang Jepun ternyata juga berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat sekitar. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya 60 UMKM yang 30 di antaranya warga sekitar area itu. Dalam satu hari Wisata Pecinan Kembang Jepun dikunjungi oleh 500-1.000 wisatawan yang pada akhirnya membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar, seperti membuka gerai makanan, becak kayuh, kru parkir, kru ojek, tenaga kasar, hingga seniman musik pada saat jam buka Wisata Pecinan Kembang Jepun yaitu Jumat dan Sabtu pukul 18.00-22.00 WIB.

Kebangkitan Wisata Pecinan Kembang Jepun disambut baik pula oleh Irvan Wahyu Drajad selaku Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertahanan pada serah terima donasi cat yang diberikan Nippon Paint. Melihat antusias ini, ke depan pihaknya juga akan merestorasi wilayah Pecinan dengan memberikan warna kehidupan bagi sejumlah rumah cagar budaya bersejarah. Komitmen Nippon Paint untuk tetap melestarikan budaya Indonesia dalam program CSR Warnai Kehidupan #ColouringLives selaras dengan 5 dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB meliputi Kehidupan Sehat & Sejahtera, Pendidikan Berkualitas, Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi, Mengurangi Kesenjangan, hingga Penataan Kota & Permukiman Ramah Lingkungan. (OL-14)

BERITA TERKAIT