24 September 2022, 21:25 WIB

Siapkan Tim SAR, AMS Tingkatkan Kontribusi Terhadap Perbaikan Lingkungan


Bayu Anggoro |

PERAN serta Angkatan Muda Siliwangi (AMS) diharapkan mampu
meminimalisasi persoalan lingkungan yang diakibatkan bencana alam maupun pemanasan global. Hal ini dirasa penting agar keberlangsungan hidup baik saat ini maupun yang akan datang bisa berjalan dengan baik.

Imbauan itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri pelantikan empat organisasi sayap AMS periode 2021-2026. Keempatnya ialah AMS Rescue yang dipimpin Akhmad Taufiqurrachman, GADA AMS (ketua Rendra Wibawa) Puragabaya AMS (ketua Budi R. Haruman), dan Amparjagat AMS.

Pelantikan dilakukan di Gedung Sate, Bandung, Sabtu (24/9).

Ridwan Kamil mengakui, saat ini wilayahnya banyak dilanda bencana terutama yang diakibatkan pemanasan global.

"Sudah 700 hektare tanah Jawa Barat hilang jadi air laut, dari Muara
Gembong di Bekasi sampai Subang. Sertifikat tanah ada, tapi tanahnya
enggak ada. Hilang karena permukaan air laut sudah naik, gara-gara
pemanasan global," katanya.

Kondisi inipun, lanjut Kang Emil, panggilan akrabnya, berdampak terhadap banyaknya daratan Jawa Barat yang dilanda banjir. "Akibatnya cuaca tidak bisa diprediksi. Agustus harusnya kemarau, tapi yang terjadi banjir. Menandakan global warming membuat cuaca tidak jelas."

Dia menilai hal ini mengancam ketersediaan pangan di dalam negeri, terlebih dengan situasi pandemi virus korona yang belum usai. "Jadi saat ini ada tiga guncangan. Guncangan pandemi, guncangan digital, dan guncangan pemanasan global."

Oleh karena itu, mantan Wali Kota Bandung ini berharap agar seluruh
kader AMS menyadari kondisi tersebut. "Harus mampu beradaptasi
dengan semua tantangan ini."

Ketua Umum AMS Noeri Ispandji Firman memastikan organisasi yang
dipimpinnya ini berkontribusi terhadap perbaikan lingkungan baik terkait penanggulangan bencana maupun produktivitas pangan lokal. "Tanpa diperintah, tanpa ditugaskan, mereka (kader AMS) terpanggil," jelasnya.

Sebagai contoh, menurutnya, kader AMS mampu menjadi yang terdepan saat
menanggulangi bencana alam di Kabupaten Sukabumi. "Kami hadir di setiap
desa. Ketika ada gempa, tim yang lain tidak bisa masuk, tapi AMS masuk
karena kami hadir di setiap desa," katanya.

Ketua AMS Rescue Akhmad Taufiqurrachman memastikan anggotanya hadir di
seluruh wilayah Jawa Barat. "Dengan jumlah anggota yang mencapai 800
lebih, anggota kami siap terjun untuk membantu penanggulangan bencana,"
jelasnya.

Dia memastikan seluruh kadernya dibekali keterampilan terkait
penanggulangan bencana. "Water rescue, vertical rescue, SAR, manajemen
posko, dapur umum, medis dan sebagainya," kata dia.

Terlebih, menurutnya, anggota AMS Rescue berasal dari berbagai latar
berlakang seperti dari BPBD, PMI, Basarnas, dan masyarakat penggiat
kemanusiaan. "Rata-rata setiap tiga bulan secara bergilir anggota AMS
Rescue mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan terkait kebencanaan
yang diselenggrakan oleh lembaga-lembaga kebencanaan," tegasnya. (N-2)

BERITA TERKAIT