24 September 2022, 16:40 WIB

Pembangunan Konstruksi Seksi 2 Tol Semarang-Demak Capai 93 Persen


Akhmad Safuan |

PEMBANGUNAN Jalan Tol Trans Jawa Semarang-Demak semakin terlihat hasilnya. Bahkan, konstruksi untuk Seksi 2 Sayung-Demak telah mencapai 93% hingga pada awal 2023 ruas tol sepanjang 16,31 kilometer tersebut telah siap beroperasi.

Pemantauan Media Indonesia Sabtu (24/9), pembangunan Jalan Tol Trans Jawa ruas Semarang-Demak terus dikebut. Ratusan pekerja terlihat siang malam bekerja untuk menyelesaikan infrastruktur sepanjang 26,95 km yang terdiri atas Seksi 1 Kaligawe-Sayung sepanjang 10,64 km dan Seksi 2 Sayung-Demak 16,31 km.

Jalan Tol Semarang-Demak merupakan jalan bebas hambatan pertama di Indonesia yang memiliki kenaikan, karena selain sebagai sarana  prasarana penumpang transportasi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di pantai utara, juga sebagai tanggul laut yang mengurangi dampak banjir air laut pasang (rob) yang selama ini menjadi langganan di Kecamatan Sayung (Demak) dan Semarang bagian timur.


Baca juga: DIY Ingin Jadikan Lereng Gunung Merapi Sentra Perkebunan Kopi


Pembangunan tol yang diperkirakan menelan anggaran mencapai Rp14,7 triliun tersebut menjadi proyek strategis nasional untuk menyambung jalan bebas hambatan di pantura, karena selanjutnya direncanakan diteruskan hingga ke Tuban (Jawa Timur) dengan melintasi beberapa daerah seperti Kudus, Pati, dan Rembang.

"Saat ini, penyelesaian kontruksi Seksi 2 Sayung-Demak sepanjang 16,31 km telah tercapai 93% dan menurut rencana akhir Oktober telah selesai 10%," kata Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan (PP) Semarang Demak, Siswantono, Sabtu.

Setelah selesai 100% konstruksi, lanjut Siswantono, maka selanjutnya dilaksanakan proses Uji Laik Fungsi (ULF) hingga akhir Desember mendatang dan pada awal Januari 2023 ruas Tol Semarang-Demak Seksi
2 telah dapat beroperasi.

"Pelaksanaan ULF diproyeksikan selama dua bulan," tambahnya.

Dalam pelaksanaan ULF tersebut, kata Siswantono, berbagai kementerian dan instansi terkait yakni Kementerian PU-Pera, Kemenhub, Ditjen Bina Marga, BPJT, dan kepolisian akan melakukan tes kelaikan tol tersebut. Mereka akan mengecek keamanan dari konstruksi, struktur, timbunan, jembatan, parapet, aspal, dan lainnya. (OL-16)

 

BERITA TERKAIT