24 September 2022, 11:00 WIB

Dubes Ukraina Isi Kuliah Umum Tiga Kampus di Yogyakarta


Mediaindonesia.com |

CEDERA kaki tidak menghalangi Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin, menjalankan tugas diplomasi secara langsung ke Yogyakarta yang merupakan Ibu Kota demi mengantisipasi agresi militer Belanda. 

"Tiga kampus mengundang yakni Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Kamis (22/9) kemudian hari ini di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ketiga kampus itu ingin mengetahui lebih dalam kondisi bangsa Ukraina yang mengalami penindasan oleh Rusia," tuturnya, Jumat (23/9).

Dalam kunjungan ke UMY pada Kamis (22/9) bertempat di Gedung AR Fachruddin B, Vasyl Hamianin memberikan kuliah umum dihadiri ratusan mahasiswa yang mayoritas berasal dari program studi Hubungan Internasional. Kuliah umum dengan tema The Place of Ukraine in Geopolitics Transformations tersebut turut dihadiri Rektor UMY Gunawan Budiyanto dan jajaran rektorat. Mahasiswa terlihat antusias dalam memberikan pertanyaan.

Usai memberikan kuliah umum di UMY, Dubes Vasyl Hamiain menghadiri undangan dari Program Studi Hukum Program Sarjana, Fakultas Hukum UII. Dalam kunjungan kali kedua ke UII, Dubes Vasyl Hamiain memberikan kuliah umum tentang Menginvestigasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia pada Perang di Ukraina. "Perang di Ukraina masih berlangsung. Saya sangat berharap seluruh mahasiswa hukum di kampus hebat ini dapat mengambil peran bagaimana hukum internasional termasuk hukum humaniter dapat menyelesaikan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi selama perang." 

Ini sangat penting, lanjutnya, mengingat saat ini kedua pihak bukan merupakan peserta Mahkamah Pidana Internasional dan sangat sulit bagi negara-negara dunia untuk mengambil jalur diplomatis untuk menyelesaikan perang ini. Hukum bicara mengenai keadilan. Rakyat Ukraina, imbuhnya, sangat menginginkan keadilan itu.

Pada sambutannya, Kaprodi Hukum Program Sarjana FH UII Dodik Setiawan Nur Heriyanto menjelaskan kuliah umum ini memberikan penekanan sejauh mana pelanggaran hukum internasional yang terjadi di Ukraina. "Saya berharap kita dari civitas akademika dapat mengambil aksi sesuai dengan peran kita baik dengan melakukan riset serta aksi agar Pemerintah Indonesia dapat berperan lebih nyata dalam mendorong keadilan dunia," tuturnya.

Kegiatan kunjungan kedua Dubes Ukraina ke UII menghasilkan beberapa ide kerja sama khususnya mengundang mahasiswa dan profesor hukum termasuk mufti di Ukraina untuk berkunjung ke Fakultas Hukum UII. "Kami insyaallah juga menawarkan jalur beasiswa bagi muslim Tatar Krimea di Ukraina untuk belajar di FH UII karena kami memiliki Program Internasional yang salah satu kajian utama juga dalam bidang hukum internasional," papar Dodik Setiawan Nur Heriyanto.

Kunjungan diplomasi tersebut di Yogyakarta ditutup Dubes Vasyl Hamiain di Departemen Hubungan Internasional Fisipol UGM. Dalam sesi tersebut, dia memaparkan puluhan ribu pelanggaran hukum perang oleh pihak Rusia. Lebih dari seribu anak-anak menjadi korban, sedikitnya 389 tewas dan 756 luka-luka. Dia menyampaikan bahwa mahasiswa tidak boleh malas atau takut menggali suatu informasi lebih dalam agar tidak disesatkan oleh propaganda ketika membaca laporan, artikel, ataupun mendengar penjelasan dari seorang pakar.

"Persoalan apapun yang kalian amati, tolong gali lebih dalam. Diplomat ialah orang-orang yang tahu cara menggali dan mengenali akar permasalahannya sehingga tidak mudah disesatkan. Perang saat ini tidak hanya perang senjata, tetapi juga perang propaganda," ucapnya. Dia mengingatkan bahwa agresi Rusia ke Ukraina ialah satu kemungkinan dari upaya merekonstruksi sistem dunia yang mulai bergerak menjadi unipolar pascaruntuhnya Uni Soviet pada akhir 1991. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT