22 September 2022, 19:31 WIB

Sandiaga: Ekonomi Kreatif Kawasan Situs Gunung Padang Harus Dikembangkan


Benny Bastiandy/Budi Kansil |

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno menyambangi situs megalitikum Gunung Padang di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (22/9). Keberadaan situs punden berundak yang digadang-gadang terbesar di Asia Tenggara itu masuk sebagai 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia.

"Sebagai situs punden berundak terbesar di Asia Tenggara, tentu kita harus jaga serta mengembangkan berbagai ekonomi kreatifnya," kata Sandi.

Ia mengaku takjub dengan keberadaan situs megalitikum Gunung Padang. Informasi yang diterimanya dari Polsus Gunung Padang, situs megalitikum Gunung Padang dibangun para leluhur untuk memuliakan Sang Pencipta. "Kawasannya sangat luas. Total sekitar 30 hektare," ucapnya.

Untuk pengembangan situs megalitikum Gunung Padang, kata Sandi, ke depan akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Ristek serta Pemprov Jabar dan Pemkab Cianjur. Bahkan tak menutup kemungkinan akan menggandeng pihak luar.

Sandi mengaku pemerintah belum bisa menentukan langkah melakukan kembali ekskavasi di kawasan Gunung Padang. Menurutnya, butuh masukan dari semua elemen berkompeten untuk menentukan kebijakan tersebut.

"Semua pihak harus memberikan masukan. Apakah akan dibiarkan seperti ini atau dilakukan kembali ekskavasi seperti Candi Borobudur. Itu nanti ahlinya yang menentukan," jelas Sandi.

Berbagai potensi di kawasan situs megalitikum Gunung Padang, sebut Sandi, tentu membutuhkan kolaborasi kolosal. Artinya, pengembangannya sebagai Desa Wisata perlu campur tangan banyak pihak. "Pengembangan Desa Wisata tentu diharapkan bisa menjadi bagian dari program 1,1 juta lapangan kerja baru di sektor parekraf," tuturnya.

Upaya Kemenparekraf dalam pengembangan Desa Wisata di antaranya dilakukan dengan melakukan pelatihan, pendampingan, permodalan, serta pemasaran. Termasuk mendorong agar mengantongi sertifikat Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability. "Sehingga ke depan Desa Wisata bisa menjadi pariwisata berkualitas dan berkelanjutan," tuturnya.

Sandi optimistis konsep Desa Wisata akan mampu menjadi role model kebangkitan ekonomi. Ia mencontohkan saat pandemi covid-19, tren kunjungan wisatawan ke Desa Wisata justru naik sekitar 30%.

"Di tengah ancaman inflasi, bahkan Bank Dunia menyebut tahun depan bisa berpotensi terjadi resesi, kami yakin pengembangan Desa Wisata menjadi jawaban kita bisa menghadapi berbagai kendala itu. Makanya, kita terus lakukan pelatihan terhadap berbagai produk ekonomi kreatif serta pendampingan agar produknya bisa naik kelas," bebernya. (OL-15)

BERITA TERKAIT