20 September 2022, 19:12 WIB

Pemerintah Kota Semarang Terus Gencarkan Penerapan Parkir Elektronik 


Mediaindonesia.com |

PADA peringatan Hari Perhubungan Nasional 2022 Kota Semarang yang diadakan di Kantor Dinas Perhubungan Kota Semarang Jalan Tambak Aji Raya Nomor 5, Senin (19/9), Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi didampingi Kepala Dinas Perhubungan Endro Pudyo Martantono secara resmi menyerahkan mesin EDC secara simbolis kepada empat juru parkir dalam rangka pelaksanaan parkir elektronik di Kota Semarang. Parkir elektronik ini pada tahap awal akan diterapkan parkir (on street/pingggir jalan) di empat ruas jalan yang nanti diterapkan pada 200 titik di Kota Semarang, Jawa Tengah. 

Dengan menggunakan electronic parking, pengendara tidak perlu repot menyiapkan uang kecil untuk pembayaran atau menerima kembalian sehingga meminimalisasi risiko penyebaran covid-19 melalui kontak antara manusia. Dengan demikian, pembayaran menggunakan sistem e-parking membantu pengendara melakukan pembayaran secara praktis, aman, dan juga cepat. Selain itu, kehadiran e-parking mendukung program pemerintah dan Bank Indonesia dalam menggunakan sistem pembayaran nasional yaitu QRIS dan uang elektronik. Apalagi, alat yang digunakan ini berupa mesin EDC (electronic data capture). Alat buatan Indonesia ini memiliki 40,6% tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sehingga mendukung produksi dalam negeri dalam rangka meningkatkan ekonomi nasional. 

Kota Semarang ialah kota yang pertama memiliki komitmen besar dalam penerapan penggunaan uang elektronik sebagai penunjang parkir elektronik di berbagai wilayahnya. Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkot Semarang terus memudahkan pengemudi dalam melakukan transaksi parkir sehingga tidak perlu menggunakan uang tunai. Parkir elektronik yang diterapkan di berbagai ruas jalan di Kota Semarang ini bertujuan agar pengendara mulai terbiasa dengan parkir elektronik. Apalagi, metode pembayaran parkir elektronik ini juga dinilai sangat mudah, yakni dengan menggunakan aplikasi dompet online yang ada di smartphone atau uang elektronik yang umumnya tersedia di setiap kendaraan. 

Kemudahan lain, pembayaran parkir elektronik juga bisa menggunakan berbagai macam cara seperti e-wallet, QRIS, dan m-banking. Harapannya, penerapan sistem parkir elektronik berbasis uang elektronik tersebut dapat mengatasi berbagai masalah perparkiran. Sistem parkir elektronik ini nanti digunakan dalam penerapan sistem yang sama di kantong-kantong parkir kawasan lain di Kota Semarang. 

Endro Pudyo Martantono menyampaikan pihaknya yang pertama kali menginisiasi program parkir elektronik melalui Peraturan Wali Kota. Menurutnya, ini tentu akan menjadi referensi untuk kota-kota lain di Indonesia. Apalagi pada tahap awal ini, tambahnya, Dishub Kota Semarang menggunakan tarif flat baik untuk roda dua, roda empat, hingga roda enam ke atas. Diharapkan dengan penerapan parkir elektronik pendapatan daerah dari parkir semakin meningkat. 

CEO PT Tata Sarana Makmur (TSM) Tommy Singgih selaku system integrator dari metode pembayaran parkir elektronik tersebut menyampaikan pihaknya berkomitmen terus memajukan produksi dalam negeri, khususnya berkaitan dengan solusi-solusi digital. "Induk kami PT Tata Sarana Mandiri (TSM) telah berkiprah memproduksi alat-alat teknologi tinggi untuk pasar dan kebutuhan baik dalam negeri maupun luar negeri. Di Indonesia, kita memiliki dua lokasi pabrik. TSM berkomitmen menghadirkan teknologi terkini dalam mendukung pemerintah pusat dan daerah dalam rangka menghadirkan solusi terbaik untuk masyarakat Indonesia," ujarnya.
 
Dalam pelaksanaanya, lanjutnya, juru parkir yang terdaftar akan mencatat nomor polisi kendaraan melalui mesin EDC V1. Pada saat keluar nomor polisi itu akan dimunculkan kembali pada mesin EDC untuk dilakukan pembayaran secara elektronik menggunakan QRIS atau yang elektronik. Penggunaan sistem elektronik parking sangat penting, pengguna parkir tak perlu lagi harus mengeluarkan uang tunai untuk membayar biaya parkir. Hal ini tentu sangat membantu para pengendara dalam menghemat waktu ataupun menyediakan uang tunai sehingga memangkas waktu karena menggunakan uang elektronik. 

Selebihnya, sistem parkir elektronik juga bisa memberikan kepastian tentang biaya parkir. Hal ini karena tidak lagi bisa diubah sesukanya oleh penyedia jasa. Yang tidak kalah penting terkait keberadaan pungutan liar. Dengan sistem ini masalah pungutan liar bisa diatasi. Pengguna parkir akan mendapat bukti pembayaran setelah melakukan tapping e-money pada mesin parkir elektronik. 

Jadi penerapan parkir elektronik berbasis e-money dapat mengatasi kebocoran pendapatan daerah yang berasal dari parkir. Tentu saja, kata Tommy, penerapan parkir elektronik juga membantu transparansi dalam menghitung pendapatan daerah dari parkir. "Jadi parkir elektronik dengan sistem yang terkomputerisasi membantu pemerintah mengontrol bidang perparkiran," ujarnya. Sistem parkir elektronik sudah banyak diterapkan di beberapa negara. Hanya, konsepnya berbeda dimana di Indonesia akan tetap dilayani oleh juru parkir. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT