07 September 2022, 13:10 WIB

Tarif Bus AKAP Damri Naik 20-30% Sejak 3 September 2022


Tosiani |

MANAJEMEN Bus Damri Purwokerto telah menaikan tarif bus antar kota antar provinsi (AKAP) sejak 3 September 2022 lalu. Kebijakan itu untuk menyikapi keputusan pemerintah pusat menaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Kenaikan tarif bus tersebut menurut pihak manageman bus Damri Purwokerto kerap diprotes penumpang. Untungnya hal itu selalu bisa diselesaikan dengan penjelasan dari para awak bus.

"Kami sudah menaikan tarif bus mbak, semua perusahaan bus mulai tanggal 3 September kemarin menaikkan tarif sesuai kebijakan masing-masing perusahaan. Mulai Rp10 ribu sampai Rp 35 ribu per orang sesuai kelas masing-masing bus," kata Manager Usaha Bus Damri Purwokerto Pujo Pramono, Rabu (7/9).

Terkait kenaikan tarif tersebut, menurut dia, rata-rata penumpang tidak mengeluh. Ia menduga mereka telah menyadari kenaikan harga BBM hingga 30 persen. Akan tetapi, diakuinya, tetap ada yang memprotes kenaikan tarif bus.

"Pasti ada lah yang protes. Tapi penumpang rata-rata tidak mengeluh, mungkin mereka juga menyadari kenaikan BBM yang memang tinggi, sampai 30% lebih kan,"ujarnya.

Protes yang diterima dari penumpang, lanjut dia, tidaklah keras. Kebanyakan hanya mempertanyakan kenaikan mengapa tarif bus cenderung banyak. Terhadap protes tersebut, pihak managemen menjelaskan adanya kenaikan biaya operasional akibat kenaikan harga BBM dan penumpang menerima alasan itu.

"Penumpang bertanya, Kok naiknya banyak. Ya pelan-pelan kita beri penjelasan kepada mereka kalau harga BBM naik, otomatis biaya operasional juga naik. Kenaikan tarif juga masih dalam batas wajar. Tidak semena-mena menaikkan. Alhamdulillah pelanggan bisa menerima penjelasan
tersebut," ujarnya.

Ia menambahkan, dari pihak Bus Damri sendiri sesuai instruksi dari pusat, untuk segmen AKAP menyesuaikan kenaikan tarif sebesar 20% dari harga biasanya. Untuk tarif bus jurusan Purwokerto - Jakarta yang semula Rp150 ribu per orang naik menjadi Rp180 ribu per orang. Sedangkan kelas bus yang semula tarifnya Rp135 ribu per penumpang, kini naik menjadi Rp165 ribu per penumpang. (OL-13)

Baca Juga: DPRD dan Mahasiswa Sikka Minta Pemerintah Evaluasi Kenaikan BBM

 

BERITA TERKAIT