02 September 2022, 19:53 WIB

Januari-Agustus 2022 Kasus DBD Di Bengkulu Capai 828 Kasus


Marliansyah |

KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Bengkulu, sejak Januari hingga Agustus 2022 telah mencapai 828 kasus. Kondisi ini membuat Pemprov Bengkulu melakukan langkah antisipatif agar penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti ini terus melonjak.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Oktomi Harlena di Bengkulu, Jumat (2/9) mengatakan tingginya angka kasus DBD ini disebabkan kondisi cuaca ekstrem yang terjadi.

Kondisi cuaca, lanjut dia, yang sering kali terjadi hujan menyebabkan banyaknya genangan air yang menjadi tempat nyamuk berkembang  biak. Untuk itu, Dinkes meminta masyarakat untuk rajin menguras bak mandi atau tempat penampungan air di dalam rumah.

Selanjutnya, menutup tempat penampungan air agar terhindar dari nyamuk yang akan berkembang biak serta mengubur sampah yang menjadi tempat atau sarang nyamuk. Kemudian, mendaur ulang barang bekas maka dapat meminimalkan kasus  DBD.

"Kasus terbanyak berada di Kota Bengkulu, mencapai158 kasus,  Kabupaten Bengkulu Utara,148 kasus dan, Bengkulu Selatan, 131 kasus,"
jelasnya.

Kasus DBD lainnya, kata dia, di Kabupaten Kaur, 49 kasus, Seluma, 94, Bengkulu Tengah, 48, dan Kepahiang, 52 kasus. Selanjutnya, disusul Kabupaten Rejang Lebong, 6, Lebong, 72 kasus dan Mukomuko 10 kasus. (OL-15)

BERITA TERKAIT