02 September 2022, 17:32 WIB

Gobel: Mari Jadikan Gorontalo Pusat Kuliner Ikan Tuna


mediaindonesia.com |

WAKIL Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan, Rachmat Gobel, mengajak seluruh elemen di Gorontalo untuk menjadikan wilayah itu sebagai pusat kuliner dan pusat ikan tuna.

"Ini merupakan wujud syukur atas karunia Tuhan, wujud terima kasih kepada nelayan, dan wujud tekad untuk memakmurkan masyarakat Gorontalo," katanya di Gorontalo, Jumat (2/9).

Hal itu ia sampaikan saat membuka Festival Kuliner Ikan Tuna di lapangan, Ippot, Tapa, Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Festival ini diikuti nelayan dan restoran dari enam kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo.

Dalam festival ini, selain menyediakan aneka hidangan kuliner dari ikan tuna, juga diadakan lomba memakan ikan tuna, lomba memotong ikan tuna, lomba hasil tangkapan ikan tuna, dan pertunjukan memotong ikan tuna oleh ahli dari Jepang.

Para peserta yang masuk dikenakan tiket masuk Rp50 ribu dan bebas makan sepuasnya, dengan syarat tidak boleh dibawa pulang dan tidak boleh bersisa. Acara yang dipromotori Rachmat Gobel itu memiliki sponsor utama Bank Indonesia dan para sponsor pendukung dari Himbara seperti Bank Mandiri, Bank BRI, BNI, dan lain-lain.

Acara yang bertema 'Dari Gorontalo untuk Indonesia' itu akan berlangsung hingga Minggu (4/9).

Habitat ikan tuna terletak di Teluk Tomini. Teluk ini berbatasan dengan sejumlah provinsi, namun titik pusatnya berada di Gorontalo.

Nelayan-nelayan Gorontalo juga dikenal memiliki keterampilan yang baik dalam memancing ikan tuna. Ikan dituna dikenal sebagai ikan yang mahal karena merupakan komoditas ekspor.

Kontribusi ikan tuna terhadap PDB Gorontalo mencapai 22%. Ekspor ikan tuna terbesar ke Jepang, yaitu 95%, sisanya diekspor ke Amerika Serikat, Australia, Singapura, dan Vietnam. Di Jepang, ikan tuna dijadikan sashimi dan sushi.


Baca juga: Hotman: Indonesia Malu karena Atlet Juara Maraton tidak Dibayar


Ikan di Teluk Tomini dikenal memiliki rasa yang lebih sedap jika dibandingkan dengan ikan dari peraian lain.

"Mulai hari ini, kita harus memancangkan tekad agar dalam beberapa tahun ke depan, kita jadikan Gorontalo sebagai pusat kuliner dan pusat ikan tuna dunia. Hari ini, mulai di sini, kita pasang tiang pancangnya, kita bangun fondasinya," kata Gobel.

Untuk mewujudkan itu, kata dia, masyarakat Gorontalo harus menjadi hal ihwal tentang ikan tuna sebagai suatu budaya. Pertama, membangun skill memotong ikan tuna sebagai bagian dari budaya orang-orang Gorontalo.

Kedua, membangun skill memancing ikan tuna sebagai bagian dari karakter orang Gorontalo. Ketiga, membangun aneka ragam kuliner ikan tuna sebagai keunggulan dari budaya kuliner orang Gorontalo.

Adapun yang keempat, membuat beragam festival yang terkait dengan ikan tuna. Di sepanjang tahun harus ada beragam kegiatan yang bertema ikan tuna.

"Festival yang ini hanya salah satunya saja. Kita dorong semua pemda dan instansi atau organisasi kemasyarakatan di Gorontalo untuk memberikan sumbangsih festival terkait ikan tuna tersebut," ujarnya.

Gobel mengatakan, ada sejumlah alasan mengapa ia mengadakan festival tersebut. Pertama, sebagai bentuk syukur atas karunia Tuhan Allah YME bagi masyarakat Gorontalo atas anugerah keberlimpahan ikan tuna.

Kedua, sebagai bentuk terima kasih kepada nelayan yang telah memberikan sumbangan ekonomi yang besar melalui ikan tuna kepada masyarakat Gorontalo. Ketiga, membudayakan kemaritiman ikan tuna di masyarakat Gorontalo.

Selain itu, kata Gobel, ikan adalah pangan yang tak mengenal sekat dan batas apa pun. "Suku apa pun, bangsa apa pun, agama apa pun, pasti suka ikan. Ikan adalah pangan yang universal. Ini keunggulan ikan," katanya. (RO/OL-16)

 

BERITA TERKAIT