31 August 2022, 23:08 WIB

Legislator Nduga Sebut Keluarga Minta Pelaku Mutilasi Warga Papua Dihukum Mati


Thomas Harming Suwarta |

KETUA Komisi A DPRD Kabupaten Nduga Leri Gwijangge menyampaikan tuntutan pihak keluarga korban mutilasi agar para pelaku yaitu enam anggota TNI dan 3 warga sipil dihukum mati. 

Keluarga juga meminta agar proses hukum terhadap para pelaku dilakukan dengan transparan dan terbuka untuk memenuhi rasa keadilan korban, pihak keluarga dan juga masyarakat Suku Nduga dan Papua pada umumnya. 

“Kami sudah sejak hari Jumat lalu turun langsung menemui keluarga korban yang adalah warga kami dari Suku Nduga, dan tuntutan mereka satu agar pelaku dihukum mati. Itu adalah hukuman yang pantas mereka terima setimpal dengan kejinya pembunuhan yang mereka lakukan terhadap msayarakat kami Suku Nduga,” ucap Leri kepada wartawan, Rabu malam (31/8)

Ia menjelaskan, keluarga merasa sangat terpukul dengan aksi biadab dan keji yang dilakukan pada anggota keluarga mereka. Apalagi keluarga mencurigai dugaan kuat adanya motif pembunuhan berencana yang sudah dirancang jauh hari untuk melakukan pembunuhan. 

“Ini sangat keji, kejam, dan patut dicatat baru pertama kali kejadian seperti ini di Papua. Kami mewakili masyarakat kami Suku Nduga meminta agar proses hukum terhadap pelaku dibuat seadil-adilnya, terbuka supaya disakksikan oleh masyarakat kami dan beri hukuman yang setimpal, yaitu hukuman mati, bukan hukuman seumur hidup. Catat! Hukuman Mati” tegas Leri.

Baca juga : Pertalite Langka di Lembata dan Flores Timur

Leri juga mengakui sampai saat ini pihak keluarga memercayai penegak hukum baik di insitusi militer maupun sipil untuk bisa menegakan hukum seadil-adilnya bagi para pelaku. Hanya saja catatannya, pihak keluarga tidak akan menerima jika para pelaku ujungnya tidak mendapat sanksi setimpal yaitu hukuman mati. 

“Artinya sampai saat ini kami juga apresiasi bahwa masyarakat kami suku Nduga tidak bertindak berlebihan. Tapi jika ternyata para pelaku tidak dihukum mati, maka keluarga akan mengambil langkah untuk melakukan pembalasan. Itu tadi yang mereka sampaikan,” ucap Leri.

Leri yang adalah juga Ketua Partai Perindo Kabupatten Nduga tersebut mengakui jika masyarakat Nduga saat ini sangat terpukul dan juga mengalami trauma memgetahui betapa kejamnya pembunuhan yang dilakukan. 

“Ini sangat tidak manusiawi. Sangat keterlaluan. Msayarakat trauma. Satu-satunya jalan untuk mengendalikan situasi dan emosi masyarakat saat ini adalah beri hukuman setimpal pada pelaku, yaitu hukuman mati, bukan hukuman lain-lain, termasuk hukuman mati,” pungkas Leri. (OL-7) 

BERITA TERKAIT