30 August 2022, 18:17 WIB

Program UPL Peduli Petani Beri Perlindungan Jamsostek Bagi Petani Jateng


mediaindonesia.com |

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Mangga Dua bekerja sama dengan PT UPL Indonesia memberikan secara simbolis kartu kepesertaan BPJAMSOSTEK kepada petani di Gedung Islamic Center Brebes, Kabupaten Brebes. Jawa Tengah (Jateng), Selasa (30/8). 

BPJAMSOSTEK mangga dua menyerahkan 1.000 kartu pesrerta kepada petani di Kabupaten, Brebes Jawa Tengah.

Sebelumnya tanggal 27 Agustus 2022, pada program peduli petani BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Mangga menyerahkan 1.000 kartu kepada petani  yang sudah menjadi peserta di daerah Sumbawa Nusa Tenggara barat.

Dalam acara tersebut, Direktur PT. UPL Indonesia Devendra Gangwar memberikan secara simbolis kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan kepada petani.

Devendra mengatakan, tujuan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan agar dalam menjalankan pekerjaanya merasa aman dan terhindar dari risiko Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) dan menciptakan kondisi pertanian yang berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan.

Baca juga: Ahli Waris Guru PAUD di Pasar Minggu Dapat Santunan dari BP Jamsostek

"Kami akan terus berkolaborasi dengan komunitas - komunitas petani indonesia agar seluruh petani di tanah air dapat terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan." ucap Devandra dalam acara UPL Group bersama petani.

Selain memberikan perlindungan kepada petani, UPL Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan kepada tanaman dan lingkungan melalui produk yang solutif dan berkelanjutan.
Bersamaan dengan itu, UPL juga meluncurkan produk dan aplikasi smartphone terbaru sebagai solusi untuk permasalahan petani.

Sementara itu Kepala Kantor BPJamsostek Cabang Jakarta Mangga Dua, Yudi Amrinal, menyampaikan kegiatan lanjutan ini merupakan bukti bahwa kepedulian UPL Indonesia kepada petani indonesia untuk dapat diberikan perlindungan dari program bpjs ketenagakerjaan.

"Sekali lagi kami sangat berterimakasih kepada UPL Indonesia atas kepeduliannya terhadap jaminan sosial para petani indonesia," ucap Yudi

Melalui perlindungan Program JKK dan JKM tersebut lanjutnya lagi, jika ada peserta yang mengalami kecelakaan kerja, seluruh biaya pengobatan dan perawatan medis akan ditanggung oleh pihak BPJamsostek sampai dinyatakan sembuh.

Apabila kecelakaan kerja itu mengakibatkan meninggal dunia, maka ahli warisnya akan mendapat santunan sebesar 48 kali upah yang dilaporkan.

"Jika meninggal dunia oleh sebab yang lain, ahli waris dari peserta akan mendapatkan santunan sebesar Rp 42 juta," jelasnya.

Yudi juga menyampaikan tentang pentingnya menjadi peserta aktif BPJamsostek,.

Ia juga berharap apabila masa perlindungan dari UPL Indoensia ini berakhir, para peserta tersebut dapat melanjutkan kepesertaannya secara mandiri dan secara sadar ikut serta melindungi diri mereka sendiri sebagai seorang petani. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT