24 August 2022, 16:01 WIB

Kekeringan Ancam Tiga Kabupaten di Flores


Gabriel Langga |

TIGA Kabupaten di Pulau Flores NTT yakni Flores Timur, Ende, dan Sikka mewaspadai potensi bencana kekeringan. Potensi terjadinya kekeringan meningkat bersamaan dengan musim kemarau yang terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sikka Yohanes Laba mengaku ada tiga kecamatan yakni Kecamatan Mapitara, Nelle dan Palue telah melaporkan ancaman kekeringan di wilayahnya mereka. Sehingga, kata dia, pihaknya langsung  bergerak cepat melakukan rapat koordinasi dan juga membuat kajian teknis ke lapangan terkait dengan informasi laporan kekeringan di wilayahnya tersebut.

"Kita sedang membuat kajian teknis. Dari kajian teknis kita usulkan ke Bupati Sikka untuk menetapkan status darurat bencana kekeringan sehingga kita bisa membantu untuk penanganan bencana kekeringan tersebut," papar Yan Laba, Rabu (24/8).

Sedangkan, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Flores Timur Yohanes Hayon mengatakan, terdapatyada dua wilayah yang dalam status waspada yakni Larantuka dan Wulanggitang. Selain itu, ungkap dia, terdapat 19 kecamatan yang mempunyai potensi ancaman tinggi sesuai kajian risiko bencana kekeringan 2019 untuk wilayah Kabupaten Flores Timur.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ende Maria Yasinta Sare telah meminta pemerintah yang ada di kecamatan dan desa  segera melaporkan kejadian kekeringan yang terjadi di wilayahnya masing-masing. "Kami mengimbau para camat, kepala desa, dan lurah untuk melaporkan data terkait kekeringan di wilayah masing-masing. Tapi sampai saat ini belum ada laporan," kata Maria.

Dia mengemukakan bahwa bagian wilayah Kabupaten Ende yang selama ini rawan mengalami kekeringan pada musim kemarau antara lain Kecamatan Wewaria, Maurole, Kota Baru, dan Maukaro. Namun, ujar dia,  sampai sekarang BPBD Ende belum menerima laporan mengenai kejadian kekeringan di daerah-daerah rawan tersebut.

"Sekarang kita sudah  berkoordinasi dengan Perumda Tirta Kelimutu Ende untuk menyiapkan bantuan air bersih bagi warga karena telah memasuki musim kemarau. Kita juga sudah sampaikan kepada masyarakat agar hemat air," pungkas dia. (OL-15).

BERITA TERKAIT