18 August 2022, 22:31 WIB

Banjir Hulu Sungai Tengah Tewaskan Anak Berusia 1,5 Tahun


Mediaindonesia.com |


BENCANA banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan, yang terjadi dalam suasana peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun 2022, menimbulkan korban jiwa. Informasi yang dihimpun, Kamis (18/8), korban jiwa atas nama Baihaki, 1,5, hanyut terseret banjir yang melanda Bumi Murakata HST itu di Tilahan, Kecamatan Hantakan.

Korban yang meninggal dunia itu seorang bocah hanyut terseret arus bersama ibunya bernama Lia, 30. Untungnya, sang ibu selamat.

Tilahan atau Hantakan masuk kawasan Pegunungan Meratus yang merupakan asal mula banjir karena luapan Kali Benawa dan terus mengaliri Sungai Barabai. Namun dampak banjir kali ini tidak separah kejadian Januari 2021, terutama pada desa-desa yang berada di lintasan Kali Benawa seperti Desa Aluan Mati (sekitar tujuh kilometer dari Barabai, ibu kota HST atau 172 kilometer timur laut Banjarmasin).

Banjir 2021 sejumlah rumah penduduk dan tempat ibadah di Kecamatan Hantakan hanyut terbawa arus. Beberapa jembatan gantung rusak di wilayah Kecamatan Batu Benawa, termasuk tiga unit di Desa Aluan Mati. 

"Berkurangnya kedalaman air banjir yang melintas Desa Aluan Mati dan sekitarnya mungkin karena arus terbagi melalui Sungai Murung Kecamatan Batu Benawa terus ke Pantai Hambawang, Kecamatan Labuan Amas Selatan hingga Kecamatan Labuan Amas Utara," tutur Muhran, 63, warga setempat. Ketika banjir Januari 2021 Sungai Murung belum pengerukan (pelebaran dan pendalaman) sehingga ketinggian air saat itu masuk rumah-rumah penduduk yang pembuatannya dengan sistem panggung. 

Ketinggian air banjir Kali Benawa mulai menurun sekitar pukul 22.00 Wita pada 17 Agustus 2022. Namun ini berdampak terendamnya Barabai atau Bandung Kalimantan sebagai julukan dari Presiden Soekarno saat kunjungan kerja pada 1853. (Ant/OL-14)

BERITA TERKAIT