18 August 2022, 19:55 WIB

Pemkab Lamongan Anggarkan Rp7,53 Miliar Untuk Beasiswa Pelajar dan Mahasiswa


M Yakub |

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur tahun ini menyiapkan Rp7,53 miliar yang diambil dari APBD untuk beasiswa  7.230  pelajar dan mahasiswa di kabupaten setempat. Beasiswa akan diberikan terutama untuk pelajar atau mahasiswa berprestasi dari keluarga miskin.

Pemberian beasiswa juga tidak terbatas bagi pelajar SD hingga S1 tapi juga diberikan pada mahasiswa pascasarjana (S2) khusus hafidz. Program perintis ini dilaunching Bupati Yuhronur Efendi bertepatan dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI di pendopo Pemkab Lamangan, Rabu (17/8).

Upaya ini merupakan usaha dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pemerataan kesempatan serta peningkatan mutu pendidikan bagi masyarakat Lamongan.  

"Akses anak usia dini dan masyarakat Lamongan terhadap layanan pendidikan berkualitas terus kami prioritaskan melalui program Perintis. Di momen yang berbahagia ini sebagai kado untuk masyarakat Lamongan, saya umumkan bahwa mulai saat ini beasiswa dengan total alokasi 7.230 orang untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan S1 serta S2 khusus hafidz mulai hari ini sudah bisa diakses oleh seluruh masyarakat Lamongan," ungkapnya.

Pada 2022 ini telah disiapkan beasiswa untuk 7.230 pelajar dan mahasiswa di Lamongan. Rinciannya, 3.000 siswa SD sederajat, 1.800 siswa SMP sederajat, 1.000 siswa SMA sederajat, dan 1.430 mahasiswa dengan total anggaran Rp7,53 miliar. Adapun syarat yang diperuntukkan bagi siswa SD, SMP, SMA sederajat yakni bersekolah dan beridentitas di Kabupaten Lamongan, serta berasal dari keluarga yang kurang sejahtera juga bukan penerima beasiswa serupa.

Sedangkan syarat bagi mahasiswa S1 dari keluarga kurang sejahtera yakni beridentitas Lamongan, dari keluarga kurang sejahtera, dan berkuliah di PTN Jawa-Bali atau PTS di wilayah Lamongan. Untuk S1 berprestasi atau hafidz 30 juz syaratnya adalah beridentitas Lamongan, berprestasi minimal 2 tahun terakhir tingkat provinsi hingga internasional atau hafidz 30 juz.

Khusus mahasiswa S1 guru, selain beridentitas Lamongan juga harus mengajar di lembaga sekolah di Lamongan. Bagi mahasiswa S2 syaratnya yakni hafidz 30 juz dan beridentitas Lamongan. Dimana kesemua mahasiswa ini merupakan mahasiswa dari PTN Jawa-Bali atau PTS wilayah Lamongan.

Alur pelaksanaan beasiswa ini dimulai dari tahap pendaftaran melalui link website Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan resmi milik Pemkab. Seleksi penerimaan beasiswa telah dimulai sejak 9 Agustus kemudian akan dilaksanakan verifikasi tahap selanjutnya yaitu seleksi administrasi, verifikasi faktual, wawancara hingga penetapan, pemanfaatan dan pertanggungjawaban.

"Tentu banyak rencana kami yang belum terealisasikan, insyaallah dengan dukungan dan komitmen semua elemen masyarakat serta langkah inovatif dan kreativitas seluruh aparatur pemerintah, agenda besar pembangunan di Kabupaten Lamongan dapat diwujudkan. Tidak ada kejayaan tanpa perjuangan," ungkap Bupati. (OL-15)

BERITA TERKAIT