16 August 2022, 13:34 WIB

IKN Nusantara Jadi Harapan Pemerataan Pembangunan


Deny Susanto |

DENGAN letak geografis yang strategis, Provinsi Kalimantan Selatan memosisikan diri sebagai pintu gerbang sekaligus penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kabupaten Paser Utara, Kalimantan Timur.

Posisi itu membawa harapan baru berupa kemajuan daerah dan pemerataan pembangunan, tidak hanya di Kalsel, tetapi juga di kawasan Indonesia Tengah dan Timur.

Pemprov Kalsel secara tegas mendukung kebijakan pembangunan ibu kota baru negara di Kalimantan Timur dan ikut mendorong agar IKN Nusantara segera terwujud.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyebut jika terealisasi, pemindahan ibu kota negara akan memberikan dampak luar biasa bagi kemajuan pembangunan di daerah atau provinsi sekitar IKN.

“Kalsel akan menjadi daerah pintu gerbang strategis bagi IKN,” ujar Sahbirin.

Salah satu dampak yang diharapkan ialah pemerataan porsi pembangunan yang selama ini masih dirasakan kurang, terutama untuk kawasan Indonesia bagian tengah dan timur.

Pemerintah pusat diminta memberikan perhatian peningkatan pembangunan infrastruktur, terutama untuk ruas jalan menuju IKN.

Kalsel merupakan jalur strategis transportasi karena berbatasan dengan dua proyek strategis nasional, yakni pembangunan IKN di Kalimantan Timur serta kawasan food estate (lumbung pangan) di Kalimantan Tengah.

Banjir dukungan

Dukungan terhadap pembangunan IKN juga disuarakan Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) yang ingin ikut memainkan peran dalam pembangunan IKN.

“Kita menyambut positif pembangunan IKN di Kalimantan, atau tanah Borneo, yang kita harapkan dapat memberikan keuntungan, baik dari sisi ekonomi, ketenagakerjaan, politik, maupun budaya. Di masa depan kehidupan masyarakat ikut terangkat, bahkan akan jadi pemain utama dan tidak lagi menjadi penonton,” tutur Ketua Apdesi Kabupaten Tabalong, Mujiono.

Terkait dengan peningkatan peran desa dalam pembangunan IKN itu, beberapa waktu lalu sudah ada kerja sama antara Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Kalsel dengan DPMPD Provinsi Kalimantan Timur untuk membangun kawasan perdesaan di daerah penyangga IKN.

Kabupaten Tabalong di Provinsi Kalsel merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan IKN.

Bupati Tabalong, Anang Syakfi ani, mengatakan letak geografi s Kabupaten Tabalong sangat strategis, berdekatan dengan ibu kota baru negara di Kaltim.

Sejauh ini pihaknya telah membuat kebijakan strategis guna mewujudkan kabupaten itu menjadi daerah penyangga ibu kota baru negara.

Kebijakan tersebut antara lain pembangunan kawasan industri seluas 3.000 hektare. Rencana detail tata ruang (RDTR) Kabupaten Tabalong telah dipaparkan kepada pemerintah pusat.

Kemudian pembangunan pasar agrobisnis yang akan memasar produk pangan dari 13 kabupaten/kota di Kalsel. Pembangunan jalan dan sentra buah lokal yang menggunakan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) daerah berasal dari pemerintah pusat.

Selain itu ada pembangunan bandara di atas lahan seluas 100 hektare. Saat ini calon investor mulai ramai berdatangan ke Kabupaten Tabalong karena melihat prospek cerah masa depan daerah itu sebagai daerah penyangga ibu kota baru negara.

Politikus Partai NasDem Kalsel, Martinus, sebelumnya menyebut pemindahan ibu kota negara sebagai solusi menjawab ketimpangan pembangunan sekaligus menjadi momentum kemajuan Kalimantan.

Kalimantan Selatan yang berlokasi dekat dengan IKN pun bakal mendapatkan banyak keuntungan.

“Lokasi Kalsel dengan IKN sangat dekat, ada banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk menopang IKN terutama dari sisi infrastruktur dan industri,” tuturnya.

Salah satu yang bisa dikembangkan ialah pelabuhan di Batulicin. Arus barang dan jasa menuju IKN bisa melalui Batulicin.

Peluang pembangunan tol yang menghubungkan Batulicin dengan IKN Nusantara di Penajam Paser Utara sangat besar. Kalsel juga bisa menjadi pusat industri penyangga IKN. Membangun industri khususnya di wilayah Tanah Bumbu dan Kotabaru lebih menguntungkan karena biaya dalam penyediaan energi akan lebih murah. (N-1)

BERITA TERKAIT