14 August 2022, 12:05 WIB

Ratusan Warga Kediri Dukung Moeldoko Maju Capres 2024


Mediaindonesia.com |

SEBANYAK 500 warga Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, Jawa Timur mendatangi rumah Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko di Kediri untuk mendeklarasikan Mantan Panglima TNI tersebut maju dalam  pemilihan Presiden di 2024 mendatang. Ratusan warga tersebut tergabung dalam berbagai kalangan mulai pemuda karang taruna, petani, pedagang kaki lima (PKL), pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), peternak, dan tani wanita.

“Pak Moel (Moeldoko) sama dengan kita, sama-sama dari masyarakat susah. Pak Moel mengerti kita, masyarakat bawah. Maka dari itu kita dari masyarakat mendukung Pak Moel untuk meneruskan Jokowi jadi Presiden RI,” kata perwakilan  dari kelompok PKL di kediaman Moeldoko di Kediri, Minggu (14/8).

Muhammad Choirul Anam yang menginisiasi acara deklarasi dukungan itu mengatakan bahwa Moeldoko merupakan sosok yang peduli pada petani, nelayan dan masyarakat kecil. Selain itu, prestasi yang diraih mulai dari Panglima TNI hingga saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan merupakan capaian yang luar biasa.

Apalagi menurut Choirul Anam, Moeldoko merupakan putra asli Kediri, sehingga dalam pemilihan presiden pada 2024 mendatang, putra asli Kediri harus ada yang mencalonkan diri sebagai Capres. “Pak Moeldoko ini bisa dibilang penjaga NKRI, akan sangat bangga jika lahir pemimpin dari desa kami, Desa Pesing.”

Sementara itu, keluarga besar Moeldoko mengaku kaget sekaligus bersyukur dengan adanya dukungan dari masyarakat. Kakak kandung Moeldoko, Suyono mengatakan bahwa pihak keluarga juga akan mendukung sepenuhnya sang adik sebagai Capres di 2024 mendatang, sehingga dapat mengangkat nama baik kampung halaman, terutama Jawa Timur.

"Saya sangat terharu dan bangga dengan dukungan warga sini yang masih menginginkan pemimpin yang peduli dengan petani, memikirkan pedagang, memimikirkan semua elemen masyarakat di Indonesia,” terang Suyono.

Ia juga menceritakan perjuangan Moeldoko remaja saat di bangku SMP yang harus berjalan kaki menuju sekolah. Padahal Desa Pesing ke SMP Negeri Papar, tempat Moeldoko bersekolah, berjarak sekitar 6 KM. Jika Moeldoko rela untuk tidak jajan, dia bisa naik kereta dengan uang saku Rp5 dari orang tuanya. "Kadang-kadang bisa naik kereta, dikasih uang saku itu Rp5 kalau tidak salah. Kalau kena kondektur uangnya habis tidak bisa jajan,” kata Suyono.

Moeldoko juga bekerja setiap pulang sekolah untuk membantu ekonomi keluarga. Cerita-cerita perjuangan dan tekad Moeldoko inilah yang menurut Suyono mengantarkan adiknya menuju kesuksesan di institusi TNI hingga saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan di Pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT