13 August 2022, 16:53 WIB

Pembangunan IKN Berjalan, TNI Tambah Personel Pengamanan


Yolanda Izabella |

UNTUK mengawal pembangunan di wilayah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Komando Distrik Militer (Kodim) 0913/Penajam Paser Utara (PPU) di Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan operasi pengamanan. Operasi tersebut sebenarnya sudah berlangsung sebelum Undang-Undang IKN disahkan DPR RI.

Dandim 0913/PPU Letnan Kolonel Inf Arfan Affandi menyebutkan, agar dapat bersinergi dengan masyarakat, pihaknya menerapkan pendekatan aspek teritorial dengan menggerakkan satuan Komando Rayon Militer (Koramil) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Sepaku.

"Operasi pengamanan melalui aspek teritorial di setiap Koramil melalui Babinsa yang ada, dalam rangka mengamankan kawasan IKN Nusantara," kata Arfan, Sabtu (13/8).

Dijelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan para pihak terkait seperti Pemkab, Polres, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah PPU dalam upaya pengamanan proses konstruksi IKN yang direncanakan mulai September 2022.


Baca juga: Mesin Monster Sampah Buatan BUMN Dioperasikan di Desa Adat Seminyak


Sejauh ini, pihaknya terus mencoba berbagai cara agar pengamanan di wilayah IKN dapat berjalan maksimal. Salah satunya dengan memformulasikan pembentukan tim gabungan.

"Ketika pembangunan berjalan seperti saat ini, TNI tetap melakukan pengamanan secara terbuka. Artinya, memberikan jaminan keamanan baik dari aspek lingkungan. terutama pada adat istiadat masyarakat setempat," ungkapnya.

Pada tahap pembangunan memasuki fase persiapan, pihaknya langsung menambahkan personel baik dari unsur TNI, Polri, hingga petugas dari Pemkab PPU. Nanti setelah masuk tahap pelaksanaan baru diformulasikan ulang, berapa kekuatan dan personel yang dibutuhkan. Personel itu merupakan gabungan unsur terkait seperti Kodim, Polres, dan Pemkab PPU.

"Penambahan personel tentu disesuaikan dengan kebutuhan, ketika pelaksanaan kegiatan di lapangan kelak. Untuk jumlah kekuatan itu nanti akan didiskusikan dengan Forkopimda sehingga dapat berjalan efektif," pungkasnya. (OL-16)

BERITA TERKAIT