12 August 2022, 10:30 WIB

Ferry Ile Ape Docking, Pembangunan Infrastruktur di Sikka Berhenti


Gabriel Langga |

KAPAL Motor Pelayaran (KMP) Ile Ape yang merupakan milik dari PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang biasa melayani penyeberangan wilayah kepulauan yang ada di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur terpaksa menjalani docking selama waktu yang tidak ditentukan.

Tidak beroperasi kapal tersebut,tertuang dalam pengumuman yang disampaikan oleh Kepala PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Supervisi Maumere, Rehabeam Pah. Dari surat pengumuman yang didapat mediaindonesia.com, Jumat (12/8) tertulis Sehubungan dengan docking tahunan
kapal KMP. Ile Ape mulai dari Rabu 10 Agustus 2022 sampai dengan selesai, maka Kapal KMP Ile Ape tidak melayani lintasan Kewapante- Pemana- Pulau Besar dan Kewapante-Palue- Marapokot .

Tidak beroperasi kapal tersebut, membuat  aktivitas pembangunan infrastruktur yang ada di wilayah kepulauan yakni Pemana, Palue, Kojadoi dan sekitarnya mengalami lumpuh total dikarenakan belum ada kapal pengganti untuk melayani wilayah tersebut.

Salah satu warga di kepulauan, Denis mengatakan tidak beroperasikapal Ferry tersebut jelas menghambat pembangunan infrastruktur yang ada di wilayah kepulauan. Hal ini dikarenakan kapal Ferry yang disediakan oleh pemerintah berukuran besar selama ini bisa memuat kendaraan bermotor dan barang-barang bangunan dengan jumlah yang besar.

"Selama ini memang ada kapal penumpang, tetapi ukurannya kecil. Jadi tidak bisa membuat barang-barang bangunan dengan jumlah yang besar. Kapal Ferry bisa membawa barang lebih banyak dan tarifnya juga murah," papar dia.

Dia pun menambahkan tidak beroperasi kapal tersebut juga membuat khawatir warga kepulauan yang mana akses transportasi antar pulau juga bisa lumpuh total karena gelombang laut di wilayah laut Utara Flores. "Kalau sudah gelombang laut, kapal-kapal pelayaran rakyat jelas tidak beroperasi. Maka jalan satu-satunya warga menggunakan kapal Ferry untuk melakukan perjalanan ke wilayah Kota Maumere. Sekarang kapal tersebut tidak beroperasi," ujarnya dengan nada sedih

Untuk itu, ia berharap kepada Pemprov NTT melalui Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat agar bisa mendatangkan kapal Ferry pengganti selama kapal yang masuk docking belum selesai. "Kita harapkan ada kapal pengganti. Soalnya dalam pengumuman yang disampaikan oleh pihak manajemen tidak memberikan kejelasan kapal Fery Ile Ape bisa beroperasi lagi," ujar dia.

Sementara itu, beberapa rekanan yang sedang mengerjakan proyek pinjaman daerah di wilayah kepulauan tersebut mengaku, kehadiran kapal Ferry Ile Ape sangat terbantu bagi kami yang mengerjakan proyek pinjaman daerah yang berlokasi di wilayah kepulauan yang ada di Kabupaten Sikka.

Dia pun mengaku selama ini ia menggunakan jasa Kapal Fery Ile Ape tersebut untuk membuat kendaraan dan material proyek untuk dikerjakan di wilayah kepulauan. "Kami sekarang bingung, kapal Ferry Ile Ape sudah tidak beroperasi. Baru sekarang beberapa proyek teman-teman yang ada di wilayah kepulauan harus terhenti sementara karena material semua masih ada di Maumere. Jadi kami harapkan ada solusi dari pemerintah provinsi. Minimal ada kapal penggantinya," harapnya. (OL-13)

Baca Juga: Perajin Piala di Kudus Banjir Order di HUT RI ke 77

BERITA TERKAIT