10 August 2022, 21:10 WIB

Jadi Tersangka Kasus Kematian Brigadir J, Rumah Bripka RR di Tegal Sepi


Supardji Rasban |

RUMAH Brigadir Kepala (Bripka) RR, salah satu tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Kota Tegal, Jawa Tengah, sepi semenjak ditetapkan menjadi tersangka oleh Tim Khusus Mabes Polri.

Berdasarkan pengamatan Media Indonesia, rumah keluarga RR pada Rabu (10/8) sore tampak kosong. RR dan keluarga mendiami sebuah rumah di kompleks perumahan Cluster Ndalem Samiaji RT 7 RW 2, Kelurahan Keturen, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal. RR tinggal di kompleks itu sejak 2019 bersama anak dan istrinya.

Ketua RT 7 RW 2, Nurwanda, membenarkan jika Bripka RR adalah warganya. Menurut dia, sebelum pindah tugas menjadi ajudan mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo, RR bertugas di Kepolisian Resor Brebes.

"Setahu saya dia anggota Polres Brebes, kemudian beberapa tahun lalu, pindah tugas ke Jakarta," tutur Nurwanda, Rabu.


Baca juga: Pelaku Perundungan terhadap Bocah SD di Tasikmalaya Dikembalikan ke Keluarga


Nurwanda menyampaikan, sejak pindah tugas, RR jarang pulang. Terakhir, Nurwanda melihat RR pulang pada Lebaran lalu. Rumah RR hanya ditempati oleh istri dan anaknya.

Nurwanda menyebut, sejak ditetapkan menjadi tersangka oleh Tim Khusus Mabes Polri, Senin (8/8), rumah RR sekarang dalam kondisi sepi. Jika biasanya istri RR sering ikut kegiatan lingkungan, sejak beberapa hari belakangan tidak nampak lagi.

"Kalau mas RR itu kan memang jarang pulang. Paling istrinya yang sering kelihatan. Tapi sejak jadi tersangka, istrinya kini tidak pernah ada di rumah. Kemarin hari Minggu biasanya ikut arisan warga, tapi tidak ikut," terang Nurwanda.

Warga sekitar kompleks mengaku tidak ada yang tahu keberadaan keluarga RR. Nurwanda menduga istri dan anak RR sementara pindah ke tempat tinggal orangtuanya.

Menurut Nurwanda, selama menjadi warga kompleks perumahan, RR dan keluarga dikenal baik. Setiap ada kegiatan lingkungan, mereka selalu merespons dengan baik.

"Pada dasarnya baik. Aktif kalau ada kegiatan, kalau dimintai urunan uang selalu memberi banyak," pungkas Nurwanda. (OL-16)

 

BERITA TERKAIT