06 August 2022, 08:45 WIB

Kementan Kembangkan Kelapa Genjah di Sukoharjo


Widjajadi |

MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) terus mengimplementasi program strategis guna memperkuat sektor pertanian sebagai bantalan perekonomian menghadapi krisis pangan global dan memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Salah satu program andalan Kementan adalah mengembangkan kelapa genjah 1 juta batang secara nasional pada 2022-2023. Hal itu dilakukan Mentan SYL di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (5/8).

"Langkah ini sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan kelapa genjah 1 juta batang secara nasional. Daerah Solo Raya yakni Sukoharjo, Karanganyar, dan Boyolali sebagai salah satu sentra produksi kelapa genjah," tegas Syahrul.

Baca juga: Presiden Minta Mentan Wujudkan Swasembada Gula Kosumsi

Mentan menegaskan kunjungan ke Desa Sanggang untuk mengecek kesiapan penanaman dan lokasi, baik di pekarangan rumah tangga maupun hamparan serta kesiapan logistik benih.

Hadir dalam kegiatan di Desa Sanggang Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho, dan Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Agus Adhy Darmawan.

Mentan tegaskan pencanangan penanaman kelapa genjah 1 juta batang akan dilakukan Presiden Joko Widodo dalam beberapa waktu ke depannya.

Pemkab Sukoharjo untuk pengembangan tanaman kelapa genjah, menyediakan lahan 1.000 hektar dan 10.000 kepala keluarga. Calon petani calon lahan penerima bantuan dan stok benih kelapa pun sudah siap.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Andi Nur Alam Syah menambahkan konsep pengembangan kelapa genjah yakni penanamanya dilakukan di pekarangan sebanyak 60% dan kawasan/hamparan 40%.

Kementan, lanjut Andi, telah menyiapkan pengembangan kelapa genjah 200.000 batang di Solo Raya meliputi Kabupaten Sukoharjo sebanyak 83.000 batang, Karanganyar 59.000 batang, dan Boyolali 58.000 batang secara bertahap pada 2022 hingga 2023.

"Pengembangan kelapa genjah menjadi harapan baru untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional, menurunkan pengeluaran dan meningkatkan pendapatan rumah tangga serta  mengembangkan ekonomi wilayah," terang dia.

Andi mengatakan, sebagai tindak lanjut penanaman, ke depan juga disiapkan industri pengolahanya, agar menghasilkan produk turunan kelapa yang bernilai jual tinggi seperti minyak kelapa dan gula semut. (OL-1)

BERITA TERKAIT