05 August 2022, 21:25 WIB

BNPB Bantu Pemkab Lanny Jaya Atasi Bencana Kekeringan


Naufal Zuhdi |

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut serta membantu Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, Papua, mengaktifkan Pos Komando (Posko) penanganan bencana darurat kekeringan pada Jumat (5/8).

Bencana kekeringan terjadi setelah cuaca ekstrem sejak Juni 2022 lalu, yang diawali dengan adanya embun beku dan hujan es.

"Situasi ini dapat diperburuk dengan cuaca tanpa hujan sehingga berdampak krisis pada kekeringan," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya, Jumat (5/8).

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB menyebutkan Pemkab Lanny Jaya telah menetapkan status tanggap darurat dengan nomor 100/157/BUP dimulai dari 24 Juli hingga 30 Agustus 2022.

"Berdasarkan catatan historis, Pemkab Lanny memperkirakan kondisi ini bisa berlangsung selama 5 bulan. Hal tersebut merefleksikan peristiwa serupa yang pernah terjadi pada 2016 silam," ujar Abdul.


Baca juga: Belasan Warga Binaan di Banggai Jadi Satgas Anti Narkoba


BNPB meginformasikan wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan, yaitu di Distrik Kwiyawagi, yang meliputi Kampung Luarem, Jugu Nomba, Uwome dan Tumbubur. BNPB mengidentifikasi sebanyak 548 Kepala Keluarga atau 2.740 warga berpotensi kelaparan yang diakibatkan oleh kondisi kekeringan di wilayah tersebut.

"Pada asesmen dampak aset warga, tercatat 56 hektare luas lahan perkebunan rusak akibat cuaca ekstrem," kata Abdul.

Merespons fenomena di wilayahnya, Pemkab Lanny Jaya telah memberikan bantuan logistik makanan dan pemeriksaan kesehatan. Dinas kesehatan setempat juga telah memeriksa sampel air di distrik tersebut.

Melalui kerja sama dengan Kementerian Sosial, bantuan telah didistribusikan kepada masyarakat terdampak, seperti beras, selimut, makanan siap, makanan tambahan gizi, paket sembako, dan sandang.

Sementara itu, TRC BNPB telah berada di Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, pada Rabu (3/8). TRC ini akan melakukan asesmen lanjutan dan pendampingan posko.

Setibanya di Lanny Jaya, personel TRC berkoordinasi dengan kepala daerah dan BPBD setempat. TRC bersama BPBD telah mempersiapkan posko di Bandar Udara Tiom sehingga operasional tanggap darurat dapat bekerja secara terencana. (OL-16)

BERITA TERKAIT