05 August 2022, 18:29 WIB

Dua Tahun Absen karena Pandemi, Lamongan Tempo Doeloe kembali Digelar


M Yakub |

DALAM rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kembali mengelar event Lamongan Tempo Doeloe (LTD). Kegiatan tahunan yang sempat terhenti selama dua tahun akibat pandemi covid-19  ini dilaksanakan selama tiga hari sejak Kamis (4/8) kemarin.

Pada gelaran tahun ini, lokasi LTD dilaksanakan di Lapangan Gajah Mada dengan sajian yang lebih bervariasi dan lebih meriah. LTD juga merupakan agenda wajib yang digelar untuk memperingati Hari Jadi Lamongan yang hampir bersamaan dengan HUT RI.

Kegiatan ini juga dibuka oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. Jika pada gelaran sebelumnya didominasi oleh kuliner masa lalu, LTD pada tahun ini diisi dengan berbagai booth yang memiliki tema beragam (heterogen).

Hal itu guna memberikan kesan dan gambaran kehidupan hingga sejarah Lamongan di masa lalu pada generasi milenial. Tema yang diambil mulai dari perkantoran, sekolah rakyat, balai/rumah, pengantin, histori RSUD Soegiri, tema kolonial, warung dan makanan, budaya, kesenian, hingga wahana bermain anak tempo dulu.

"Maksud kegiatan ini adalah kita melihat kembali ke belakang, inilah Lamongan tempo dulu yang mempunyai aktivitas, kuliner, budaya, dan histori yang unik dan baik. Saya berharap kegiatan ini akan memberi spirit, semangat bagi kita, serta menggambarkan bahwa Lamongan ini sudah 'Megilan' sejak tempo dulu," ungkap Yuhronur saat membuka LTD.


Baca juga: Festival Pamalayu 2022, Arung Budaya Peradaban di Sungai Batanghari


Sekda Lamongan M Nalikan menambahkan, peserta pameran ini terdiri atas OPD, BUMN, BUMD, BLUD, UMKM, perbankan, komunitas kopi, perusahaan perjanalan wisata, dan swasta lainnya.

Selain itu, akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti pameran produk Lamongan Tempo Doeloe, musik keroncong, tembang kenangan, campursari, dan kelas memasak nasi ambeng pantura pada Jumat (5/8) sore.

"Stan pameran ini memiliki tema yang beragam, nantinya akan ada 3 juara stan favorit berdasarkan poling dari pengunjung," terang Nalikan.

Berbagai tema yang dimunculkan sebagai sarana penggambaran Lamongan di masa lalu ini diharapkan mampu mendongkrak dan membangkitkan kembali perekonomian daerah. Hal ini selaras dengan gerakan #ayoditumbasi, #ayobeliproduklamongan, dan #ayodolennanglamongan yang telah dicanangkan oleh Bupati.

LTD juga menceritakan gambaran sejarah Lamongan di masa lalu, seperti kantor pemerintahan zaman dulu yang berusaha ditampilkan oleh Sekda  Kabupaten Lamongan, tema kolonial oleh gabungan Dinas PU SDA, PU Bina Marga, dan Cipta Karya, hingga histori pergantian RS Darurat Wisma Joewono menjadi RSUD Soegiri. (OL-16)

BERITA TERKAIT