05 August 2022, 13:35 WIB

Karantina Pertanian dan Lantamal Mamaju Gelar Operasi Patuh di Selat Makassar


Lina Herlina |

PETUGAS Karantina Pertanian Mamuju, Sulawesi Barat menemukan kapal pengangkut kelapa bulat sebanyak 7 ton yang akan dikirim ke Balikpapan, Kalimantan Timur, tanpa dilengkapi dokumen.

Kepala Karantina Pertanian Mamuju, Agus Karyono mengatakan, pihaknya bersama Pangkalan TNI AL (Lanal) Mamuju menggelar operasi patuh di Wilayah Selat Makassar. Hal ini untuk mengawasi penyelundupan dan penyebaran penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak.

"Ini kita lakukan sebagai upaya untuk memastikan tidak ada penyelundupan komoditas pertanian terutama komoditas yang berpotensi sebagai media pembawa Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK," kata Agus Karyono, Jumat (5/8).

Pihaknya, jelas Agus, meminta meminta pengguna jasa dan awak kapal, segera melengkapi sertifikat kesehatan tumbuhan antararea sebelum berlayar.

Dia menambahkan, target operasi patuh yang mereka lakukan, adalah kapal-kapal yang mengangkut komoditas pertanian dari Mamuju dan Mamuju Tengah yang berlayar di Wilayah Selat Makassar.

"Ini untuk menegakkan disiplin dan kepatuhan masyarakat dalam perkarantinaan. Kami Bersama Lanal Mamuju sudah membuat perjanjian kerja sama menjaga kelestarian Sumber Daya Alam Hayati Sulawesi Barat dari serangan penyakit hewan dan tumbuhan," tambah Agus.

Tindak lanjut dari operasi patuh ini, tentu  ada penolakan bagi komoditas yang tidak berdokumen, dan atau mereka diminta melengkapi dokumen yang dipersyaratkan apabila komoditas pertanian tidak bersertifikat.

Sementara itu, Letkol Marinir Temmy Irawan, Komandan Pangkalan TNI AL Mamuju mengaskan, dalam operasi patuh itu menyediakan personel dan kapal untuk menyisir Perairan Selat Makassar. "Dan ditemukanlah kapal pengangkut kelapa tadi. Kami dan Karantina Pertanian Sulbar sama-sama
menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing," tegasnya. (OL-13)

Baca Juga: Ekspedisi Nusantara Taklukan Puncak Gunung Kerinci

BERITA TERKAIT