05 August 2022, 12:54 WIB

Milenial Generasi Potensial di Era Disrupsi


Bagus Suryo |

MILENIAL atau generasi muda dirujuk sebagai salah satu generasi yang potensial di era disrupsi teknologi saat ini. Dalam laporan yang dirilis oleh APJII Juni 2022 ditemukan bahwa kelompok umur 13-18 tahun memiliki tingkat penetrasi internet tertinggi dengan persentase
99,16%, diikuti oleh kelompok usia 19-34 tahun yang memiliki penetrasi internet sebesar 98,64%. Merespons hal tersebut, Kementerian Kominfo bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menginisiasi program Pekan Literasi Digital untuk Kelompok Masyarakat Milenial dan Komunitas.

Kegiatan digelar kerja sama antara Kemenkominfo bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), dengan mengusung tema Pekan Literasi Digital di Kota Batu, kemarin.

"Memang saat ini sedang dibutuhkan literasi digital, kecepatan teknologi informasi masih belum balance dengan kemampuan
SDM-nya, membangun teknologi merupakan hal yang lebih mudah dari membangun manusianya. Harus ada percepatan pembangunan SDM untuk mengimbangi perkembangan teknologinya," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemprov Jawa Timur, Hudiyono saat membuka acara.

Pada acara Pekan Literasi Digital juga digelar sesi diskusi dengan menghadirkan Rizki Ameliah (Ketua Tim Literasi Digital Sektor Kelompok Masyarakat Kemenkominfo), Donny BU (Dewan Pengarah Siberkreasi dan ICT Watch), Frida Kusumastuti (Japelidi), dan Soni Mongan (Praktisi Literasi Digital).

baca juga: ASN Jateng Harus Melek Digital Untuk Maksimalkan Pelayanan Publik

Rizki Ameliah menyampaikan bahwa literasi digital sudah digaungkan sejak 2017 oleh Kementerian Kominfo bersama dengan GNLD Siberkreasi. "Program literasi digital ini masuk sebagai bagian visi misi Presiden Jokowi terkait perkembangan SDM digital," kata Rizki.

Eko Widianto melalui Kelas Kebal Hoaks menjelaskan mengenai pentingnya jejak digital bagi citra seseorang. Itu sebabnya perlu serba hati-hati dalam bermedia sosial, utamanya dalam menyebarkan informasi.

"Rekam jejak digital itu penting. Sekarang banyak perusahaan yang mempertimbangkan seseorang dari rekam jejak digitalnya. Jadi sekarang
kawan-kawan harus lebih hati-hati, jangan pernah membuat rekam jejak digital yang buruk. Salah satunya adalah hoax. Kalau dulu ada ungkapan mulutmu harimaumu, sekarang ini di era digital jari kita juga harimau kita. Jika kita tidak cerdas memilih informasi kemudian menyebarkan begitu saja, hal itu dapat menyebabkan kerusuhan," tuturnya.

Kelas Konten Kreator untuk kelompok Milenial membahas mengenai keterampilan yang harus dikuasai sebagai seorang social media officer hingga tips untuk meningkatkan engagement akun media sosial pribadi maupun organisasi atau komunitas. Pada kelas Konten Kreator untuk
kelompok Komunitas, peserta diajak untuk bisa lebih memahami mengenai komposisi pembuatan konten yang baik dan menarik untuk media sosial komunitas. (N-1)

 

BERITA TERKAIT