05 August 2022, 10:15 WIB

UGM dan Pemkab Samosir Kolaborasi Berdayakan Masyarakat Lewat Mahasissa KKN


Ardi T Hardi |

UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Pemkab Samosir dalam pemberdayaan masyarakat. Sebanyak tiga unit Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) UGM diterjunkan di Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2022 ini.

Mereka ditempatkan di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Harian, Pangururan, dan Sianjur Mula Mula. Mereka merancang program-program untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat dengan mengoptimalkan potensi yang ada dimasing-masing kecamatan.

Rektor UGM Prof Ova Emilia menyampaikan, Kabupaten Samosir memiliki banyak potensi alam yang dapat dieksplorasi dan dikembangkan, terutama di sektor agrowisata dan ekowisata. UGM menerjunkan mahasiswa KKN PPM meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
 
"Selain potensi Danau Toba, Samosir juga memiliki di bidang agro, terutama kopi," kata dia saat mengunjungi lokasi KKN PPM UGM di Kecamatan Harian, Kamis (4/8). Bahkan, kualitas kopi Samosir telah mendapat pengakuan excellent dengan skor di atas 85 dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao di Jember.

Kualitas kopi Samosir bisa baik karena kopi Samosir ditanam di atas ketinggian 1450 mdpl pada lahan bekas letusan gunung berapi purba.

Ova juga mengatakan, melalui kegiatan tri dharma perguruan tinggi ini, UGM siap untuk mendukung program-program pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan pengabdian masyarakat.

Dari sisi mahasiswa, Ova juga berharap, mahasiswa yang mengikuti KKN-PPM akan lebih memiliki empati dan kepedulian. Ditambah lagi, nilai nasionalisme dan jiwa Pancasila bisa lebih tertanam dalam diri masing-masing mahasiswa.

Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom dalam kesempatan itu menyambut baik terus terjalinnya kerja sama antara Pemkab Samosir dan UGM di berbagai bidang. "Program KKN PPM UGM sangat mendukung visi misi Pemkab Samosir dalam mewujudkan masyarakat Samosir yang sejahtera dan bermartabat di berbagai bidang terutama pendidikan, ekonomi, dan kesehatan," kesehatan.

Banyak program inovatif dari para akademisi UGM dan mahasiswa KKN PPM UGM, seperti pariwisata, pendidikan anak-anak, lingkungan, hingga agro. Bupati Samosir pun dalam kesempatan itu juga menandatangani kerja sama dengan UGM untuk meningkatkan ekonomi kopi.

Kerja Sama Kagama

Sebelumnya saat bertemu dengan alumni UGM di Medan, Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sudjito menyampaikan, Kagama menjadi pintu yang cukup progresif dan aktif bagi UGM untuk memperkuat jati diri UGM. Ia pun mengatakan, banyak alumni UGM yang menjadi dosen di perguruan tinggi lain dan UGM pun membuka diri bekerja sama dengan perguruan tinggi lain, termasuk dalam hal KKN PPM UGM.

"UGM besar tanpa memperkecil perguruan tinggi lain. UGM besar bersama (perguruan tinggi lain). UGM bukan bersaing, tapi berkolaborasi. (UGM) bukan berkompetisi, tapi bersinergi," kata dia di Hotel Adimulia, Medan (3/8).

Dalam kesempatan depan, ia juga menyampaikan, jumlah SKS untuk KKN di UGM akan dinaikkan, yaitu dari 6 SKS menjadi 8 SKS. Dalam KKN, mahasiswa UGM mendapat banyak ilmu dan pengalaman ketika berinteraksi dan menyelesaikan permasalahan yang ada.

Ketua Umum PP Kagama, Ganjar Pranowo melalui daring menyampaikan, kegiatan UGM Menyapa Alumni tidak hanya ajang kangen-kangenan saja, tetapi juga bisa berkontribusi bagi bangsa lewat kerja sama antara UGM dengan alumni. a

"Hasil riset di kampus bisa dikeluarkan untuk mendorong pengembangan daerah dan kalau bisa itu berkelanjutan sehingga masyarakat dapat manfaatnya,” kata Ganjar.

Sekjen PP Kagama, AAGN Ari Dwipayana menambahkan, UGM bukan hanya untuk orang Jawa saja apalagi spesifik Sleman, tetapi untuk Indonesia. "Yang masuk UGM dari seluruh penjuru tanah air," kata dia.

Alumni UGM telah berkiprah di banyak bidang, tidak hanya di pemerintahan dan perguruan tinggi tetapi juga dalam hal pemberdayaan masyarakat di desa-desa. Dalam kesempatan itu, pria yang saat ini menjadi Staf Khusus Presiden ini mengajak UGM dan Kagama terus berkolaborasi untuk menyelesaikan persoalan yang ada guna membangun Indonesia yang maju.

Wakil Ketua IV Pengda Kagama Sumatera Utara, Dwi Purwanti berharap UGM dapat mendorong pengembangan di Sumatra Utara. Salah satunya dilakukan melalui penguatan dan perluasan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah Sumatera Utara.

"Harapannya KKN tidak hanya di satu lokasi saja, ke depan semoga bisa diteruskan dan ditambah di lokasi lainnya. Sebab, banyak wilayah di Sumatera Utara, termasuk wilayah pemekaran yang membutuhkan intervensi dari UGM,” tuturnya.  Di Sumatera Utara ada 1.200 alumni UGM yang tersebar di 33 kabupaten/kota yang berkarya di berbagai sektor. (OL-13)

Baca Juga: Solusi Infrastruktur Transportasi di Daerah 3T, Mahasiswa FTUI ...

BERITA TERKAIT