04 August 2022, 18:09 WIB

BPBD Cianjur Keluarkan Imbauan Waspada Dampak Kemarau


Benny Bastiandy |

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sudah menyurati setiap kecamatan mewaspadai potensi dampak kemarau. Setiap kecamatan dimintai mempersiapkan upaya-upaya antisipasi terhadap potensi tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Fatah Rizal menuturkan meskipun sampai saat ini belum ada penetapan status siaga darurat kekeringan, tetapi upaya antisipasi perlu dilakukan. Pasalnya, di beberapa daerah dilaporkan belum turun hujan kurun beberapa waktu terakhir.

"Suratnya sudah diterbitkan. Ini menjadi pedoman bagi masing-masing kecamatan sehingga bisa meminimalkan dampak," kata Rizal, Kamis (4/8).

Alasan belum adanya penetapan status siaga darurat kekeringan, sebut Rizal, didasari pertimbangan belum ada instruksi dan penetapan status di tingkat Pemprov Jabar. Namun, kata Rizal, belum lama ini semua BPBD kota dan kabupaten di Jabar sudah diundang BPBD Jabar membahas potensi terjadinya kemarau.

"Waktu itu kegiatannya di Kabupaten Sukabumi. Inti dari kegiatan itu tentu upaya-upaya kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Itu yang jadi prioritas," sebutnya.

Di Kabupaten Cianjur terpetakan wilayah-wilayah yang rawan berpotensi kekeringan sebagai dampak kemarau. Wilayahnya tersebar di utara dan selatan.

"Di selatan seperti di Kecamatan Sindangbarang, Agrabinta, dan beberapa daerah di pesisir pantai selatan lainnya. Sedangkan di wilayah utara, kita maklumi bersama penanganan yang sering terjadi di Kecamatan Sukaluyu, Ciranjang, dan sekitarnya," jelas Rizal.

Sampai saat ini belum ada dampak signifikan yang dirasakan masyarakat bersamaan musim kemarau. Pasalnya, kondisi cuaca masih diselingi hujan.

"Harapannya, semua elemen di tingkat kecamatan, desa, maupun masyarakat bisa cepat melaporkan ketika ada potensi kekeringan. Sehingga, kita bisa cepat menanganinya," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT