04 August 2022, 17:39 WIB

Vaksinasi Booster Kedua Bagi Nakes Di Bandung Dimulai Pekan Depan


Naviandri |

PELAKSANAAN vaksinasi Covid-19 dosis booster kedua untuk tenaga kesehatan (nakes) di Kota Bandung akan dimulai pada pekan mendatang. Mayoritas vaksinasi akan menggunakan jenis vaksin  moderna.

"Vaksinnya ini juknisnya baru turun. Jadi vaksin sebagian besar pakai Moderna. Dosisnya sama seperti penyuntikan tahap 3," kata Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung, Asep Gufron.

Asep menuturkan, pihaknya akan melakukan vaksinasi booster kedua terhadap 24.709 nakes pada tahap keempat ini. Sejumlah persiapan masih dilakukan termasuk menyiapkan dosis vaksin dari pemerintah pusat. Satgas Covid-19 Kota Bandung juga sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) yang tengah melakukan persiapan dan nanti yang mengatur pelaksanaan vaksinasi untuk 24 ribu orang nakes.

"Sebanyak 24.709 sumber daya manusia kesehatan perlu diatur mekanismenya. Sekarang sedang dilakukan dengan waktu sangat cepat akan dilakukan vaksinasi tahap ke empat untuk nakes," ujarnya.

Asep berharap pelaksanaan vaksinasi tahap keempat dapat dilaksanakan pekan depan secara berkelanjutan. Diakui untuk pelaksanaan vaksinasi tersebut pihaknya memiliki keterbatsan, untuk itulah pemkot mendorong 33 rumah sakit di Kota Bandung ikut melaksanakan kegiatan vaksinasi secara mandiri.

Di sisi lain, angka kasus harian Covid-19 di Kota Bandung meningkat. Rabu (3/8), terdapat kenaikan kasus harian yang mencapai 1.102 kasus.

Kendati demikian, belum ada arahan perubahan aturan pembatasan mobilitas masyarakat, termasuk kuota kunjungan tempat wisata. Status Kota Bandung yang masih berada di PPKM Level 1 membuat masih berlakunya kuota 100 persen kunjungan di ruang ruang publik, termasuk tempat wisata.

"Kami masih menunggu arahan dari Wali Kota. 2-15 Agustus Kota Bandung masuk ke PPKM level 1 dan masih tidak ada perubahan," ujar Kepala Bidang Produk Budaya dan Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Ratnarahayu Pitriyati, Kamis (4/8).

Menurut Rahayu, ada beberapa sektor esensial masih bisa beroperasi 100 persen, tapi bukan berarti ini menjadi lengah, dan bebas tidak memakai masker. Kewaspadaan harus tetap ditingkatkan pada penerapan protokol kesehatan (prokes).

"Tetap menjadi tanggung jawab bersama. Itu juga yang kami tekankan pada pelaku seni dan pariwisata," tambahnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT