04 August 2022, 16:29 WIB

FSPPG KSARBUMUSI & NU Berikan Bantuan Rumah Kepada Penyintas Gempa dan Tsunami di Donggala


Mediaindonesia.com |

FEDERASI Serikat Pekerja Panasonic GOBEL (FSPPG) & KSARBUMUSI berkerja sama dengan Nahdlatul Ulama (NU) melakukan aksi sosial terhadap penyintas bencana alam Gempa dan Tsunami, dengan memberikan rumah layak huni bagi enam keluarga di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Proses pembangunan 6 unit rumah layak huni sudah dimulai sejak beberapa bulan yang lalu dan saat ini telah selesai pembangunannya. Hunian tersebut telah diserahkan kepada enam keluarga di desa Wani II, Kabupaten Donggala, Sulteng pada 12 Juli lalu. 

Pembangunan dan penyerahan hunian dilakukan oleh NU melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) dan FSPPG & KSARBUMUSI.

Presiden FSPPG Djoko Wahyudi mengatakan, pembiayaan pembangunan 6 unit hunian sederhana yang layak huni, bersumber dari donasi yang tujuannya untuk meringankan dan membantu percepatan pemulihan penyintas gempa dan tsunami Donggala.

"Sehingga dapat bermanfaat dan memberikan semangat baru bagi penerima manfaat di Donggala untuk memulai hidup baru," ujarnya.

"Terima kasih kepada LPBI NU dan Pemda Donggala yang telah merealisasikan donasi FSPPG & KSARBUMUSI dalam bentuk pembangunan enam rumah sederhana, semoga LPBI NU terus bisa menjadi garda terdepan sebagai lembaga penerima dan penyalur donasi rakyat Indonesia, untuk meringankan saudara saudara kita yang tertimpa bencana alam khususnya," imbuh Djoko.

Baca juga : 700 rumah di Agam Terancam Abrasi

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Sulteng Azis Daming mengatakan, terbangunnya 6 unit hunian sederhana layak huni itu.

"Berkat kerja sama dengan FSPPG & KSARBUMUSI yang turut memberikan perhatian sosial kepada penyintas gempa dan tsunami di Donggala khususnya di Wani II," ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, NU terus berupaya memberikan kontribusi nyata dalam percepatan pembangunan kualitas hidup masyarakat, yang dalam teknisnya dapat dilakukan secara mandiri dan menggandeng mitra. 

"NU sebagai organisasi terbesar di republik ini tentu tidak berbelit belit, kontribusi nya jelas dan nyata dari pra kemerdekaan sampai saat ini," kata Azis Daming.

Kepala Desa Wani II Uswatun Hasanah mengungkapkan, hingga saat ini setelah gempa dan tsunami menimpa Wani II pada 2018 lalu, banyak warga yang kehilangan tempat tinggal, dan tinggal di hunian sementara karena belum memiliki hunian layak huni.

"Terima kasih yang tak terhingga kepada FSPPG & KSARBUMUSI dan LPBI NU yang telah mewujudkan enam unit rumah sederhana untuk warga kami, tentu harapan kami masih ada lanjutan program ini karena warga kami masih sangat membutuhkan hunian," tutup Uswatun Hasanah. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT