04 August 2022, 15:47 WIB

700 rumah di Agam Terancam Abrasi


Yose Hendra |

HANTAMAN gelombang air laut atau abrasi di Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, dalam satu minggu terakhir kian meluas. Ratusan rumah warga di daerah itu terancam dampak abrasi.

Wakil Bupati Agam Irwan Fikri mengatakan pengikisan bibir pantai itu berpotensi memberikan ancaman besar terhadap permukiman masyarakat.

"Ini membutuhkan penanganan segera. Berdasarkan pernyataan warga, tingkat kehilangan daratan dalam satu minggu terakhir mencapai 15 meter," ujar Irwan Fikri, Kamis (4/8).

Kondisi kehilangan daratan tersebut sambung wabup, dengan daratan yang tersisa 300 meter diprediksi dalam kurun dua tahun ke depan akan berdampak langsung terhadap perumahan warga. Merespon peristiwa itu, Pemerintah Kabupaten Agam bakal menyurati Balai Wilayah Sungai Sumatera V dan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR dalam waktu dekat.

"Kondisi ini butuh penanganan dari pemerintah pusat. Karena solusi satu-satunya cara adalah pemasangan batu grip dan itu butuh dana yang cukup besar," tuturnya.

Baca juga: Ratusan Rumah Sepanjang Pantai Tiku Agam Terancam Abrasi

Sekretaris Nagari Tiku V Jorong Anaswar menambahkan ancaman abrasi mengancam 700 unit rumah yang tersebar di Jorong Muaro Putih sekitar 400 unit dan Jorong Masang 300 unit. Ia mengatakan, 700 unit rumah itu berjarak sekitar 300 sampai 400 meter dari bibir pantai yang sebelumnya berjarak sekitar 1,5 kilometer.

"Ini akibat abrasi terjadi hampir setiap tahun dan satu minggu terakhir sekitar 15 meter daratan yang tergerus gelombang pasang dengan panjang empat kilometer," ucap Anaswar.

Sejak 2021 sampai 2 Agustus 2022 ini, tambahnya, sudah sekitar 50 meter daratan yang tergerus gelombang pasang. Selain itu, lahan perkebunan kelapa dan kelapa sawit milik warga dan plasma juga rusak akibat abrasi.(OL-5)

BERITA TERKAIT