04 August 2022, 14:52 WIB

Sandiaga Uno Bantu Produk Ekraf Bengkulu Masuk E Katalog Nasional  


mediaindonesia.com |

TAMAN Wisata Mangrove Bhadrika, Kota Bengkulu, menjadi tempat penyelanggaraan Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia 2022.

Bengkulu menjadi kota ke-25 program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Barapekraf) tersebut.

Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno berkesempatan hadir dalam workshop itu. Dialog antara Mas Menteri-sapaan akrab Sandiaga Uno- dengan 60 pelaku usaha ekonomi kreatif (Ekraf) berlangsung interaktif.   

Mas Menteri mendorong para pelaku Ekraf khususnya subsektor kuliner, kriya, dan fesyen di Kota Bengkulu untuk terus berkarya dan berinovasi dalam upaya mendorong kebangkitan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja lebih luas.

Menurut Sandi, Kota Bengkulu memiliki potensi besar pada tiga subsektor tersebut. ”Pada subsektor kuliner, terdapat upaya pengembangan usaha berbasis zero waste industry dalam pengelolaan bisnis kuliner terutama kopi,” ungkap Sandi. 

Baca juga: Sandiaga Bawa Bantuan Alat Produksi Pengrajin Kriya Lobster di Aceh

Sandi menerangkan Kota Bengkulu telah melalui uji petik 2019 subsektor kuliner dengan omset Rp 7,2 miliar per tahun.

”Ada subsektor kuliner lain seperti Robusta, Arabica, Kalamansi, dan berbagai olahan ikan,” terang Sandii dalam keterangan pers, Kamis (4/8)

Potensi subsektor kriya, kata Sandi, salah satunya kriya dan fashion adalah Batik Basurek. Kota Bengkulu memiliki dua desa wisata rintisan yaitu Kampung Sejahtera dan Desa Wisata Pondok Besi.

Sandi mengatakan, melalui gerakan nasional bangga buatan Indonesia, produk-produk pelaku usaha ekraf di Kota Bengkulu bisa on board di e catalogue pemerintah pusat. ”Meminta keberpihakan Pemda untuk memasukkan produk-produk ini ke e catalogue lokal, dan bisa go nasional," jelas Sandi. 

Untuk dapat mengikuti kegiatan workshop tersebut, pelaku usaha ekraf wajib mendaftarkan diri melalui website www.katakreatifindonesia.com dan melampirkan bukti surat keterangan sudah menjalankan usaha selama minimal enam bulan dari pemerintah setempat.

Pendaftaran melalui website ini merupakan bagian dari strategi inovasi penggunaan teknologi big data untuk menggarap dan membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

Workshop ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong terjadinya akselerasi pengembangan ekonomi kreatif di Kota Bengkulu.

"Diharapkan pengembangan ekonomi kreatif di Kota Bengkulu dapat lebih fokus dan terarah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik," tutur Menparekraf. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT