04 August 2022, 09:08 WIB

25 Ribu Nakes di Kota Semarang Segera Vaksinasi Booster Kedua


Akhmad Safuan |

SEBANYAK 25 ribu tenaga kesehatan (nakes) di Kota Semarang segera vaksinasi booster kedua, Dinas Kesehatan terus lakukan pendataan nakes di sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan (faskes) yang ada.

Pemantauan Media Indonesia Kamis (4/8) beberapa daerah di pantura Jawa Tengah sudah dimulai pelaksanaan vaksinasi booster kedua, terutama untuk tenaga kesehatan seperti di Kudus ratusan nakes bertugas di rumah sakit telah menjalani suntik vaksin keempat tersebut.

Di Kota Semarang sendiri suntik vaksin keempat diperkirakan baru akan dimulai awal pekan depan, setelah pendataan terhadap nakes selesai dilakukan oleh dinas kesehatan di daerah ini. "Kita masih lakukan pendataan terhadap tenaga kesehatan di rumah sakit yang ada untuk memastikan kebutuhan vaksin," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam.

Tenaga kesehatan yang menjadi sasaran pertama vaksinasi booster kedua, lanjut Abdul Hakam, khusus di lingkup Dinas Kesehatan Kota Semarang sendiri sebanyak 2.500 orang dan telah siap untuk suntik vaksin keempat, sedangkan nakes di puluhan rumah sakit dan fasilitas kesehatan masih dalam pendataan.

Namun berdasarkan data vaksinasi 1, 2 dsn 3 sebelumnya, demikian Abdul Hakam, secara keseluruhan jumlah nakes di Kota Semarang mencapai 25 ribu orang, sehingga jumlah kebutuhan vaksin keempat tidak akan berbeda dengan jumlah nakes yang ada.

Menyangkut jenis vaksin untuk vaksinasi booster itu, Abdul Hakam mengatakan akan menggunakan semua jenis vaksin yang sudah mengantongi izin edar dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). "Diperkirakan awal pekan besok sudah dapat dilaksanakan vaksinasi keempat," imbuhnya.

Sementara itu menyinggung pelaksanaan vaksinasi booster pertama (vaksinasi ketiga), menurut Abdul Hakam, hingga saat ini di Kota Semarang baru tercapai 52,82 persen dari sasaran yang ditargetkan, sehingga percepatan vaksinasi ketiga terus dikebut hingga minimal tercapai 70 persen.

Untuk mempercepat vaksinasi booster itu, ungkap Abdul Hakam, tidak hanya kalangan tertentu saja yang akan disuntik vaksin ketiga tersebut, tetapi juga para mahasiswa berusia diatas 18 tahun. "Apalagi baik siswa maupun mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi juga mulai pembelajaran tatap muka (PTM)," imbuhnya.

"Yang penting warga yang telah memenuhi syarat segera vaksinasi booster, sehingga pencapaian vaksinasi ketiga akan terus meningkat," ujar Abdul Hakam. (OL-13)

Baca Juga: Uji Klinis Tahap 1 Vaksin Covid-19 Indonesia Dipastikan Aman

BERITA TERKAIT