03 August 2022, 15:30 WIB

Jadi Inspirasi Kemajuan Kotamobagu, Hadi Dapat Gelar Warga Kehormatan Bolmong Raya


Mediaindonesia.com |

SEBAGAI wujud terima kasih mereka, Aliansi Masyarakat Adat Bolaang Mongondow (Bolmong) Raya menganugerahkan gelar kehormatan adat kepada Hadi Pandunata sebagai Tongganut In Ta Motompira yang artinya seorang yang menjadi inspirasi dalam mengajak dan melakukan kebaikan. Selain itu, Keluarga Hadi juga diangkat sebagai warga kehormatan Bolmong Raya.

Dalam penganugerahan itu, Hadi didampingi sang istri Patricia dan anak sulung Victor Pandunata dan dihadiri Bupati Bolmong Limi Mokodompit bersama para tokoh adat se-Bolmong Raya, Dandim dan Kapolres Kotamobagu, serta Civitas akademi Institut Agama Islam Kotamobagu (IAIK), yang dilaksanakan di Ballroom Sutan Raja Hotel Kotamobagu pada Selasa (26/7).

Rektor IAIK, Muliadi Mokodompit menyatakan bahwa pemberian gelar itu sudah tepat. Menurutnya, kendati Hadi tidak memiliki darah keturunan Bolmong namun kebaikan hatinya untuk membangun Bolmong khususnya melalui dunia pendidikan dan investasi menjadi alasan kuat.

Hal itu antara lain ketika IAIK dapat memiliki konektivitas dengan salah satu perguruan tinggi bertaraf internasional yaitu President University di Bekasi bahkan telah dilakukan penandatanganan Memorandum of Undarstanding (MoU). Saat itu putra-putri terbaik yang sedang kuliah di IAIK diberikan kesempatan secara gratis kuliah di President University.

“Saya atas nama Civitas Akademika IAIK menyampaikan selamat kepada Pak Hadi dan berharap moment ini menjadi titik awal untuk lebih hebat lagi menjadi panutan berbuat kebaikan bagi banyak orang, serta berterima kasih karena telah mengijinkan Pdt Mody Donny Sumolang dan Ir. Hasurungan Nainggolan untuk mengabdikan diri sebagai dosen luar biasa di Institut Agama Islam Kotamobagu,” urai Muliadi.

Dalam keterangannya, Hadi merasa terhormat atas penganugerahan itu. Ia mengaku kaget karena kurang dari 10 hari diberitahu adanya acara penganugerahan yang dilakukan melalui screening cukup ketat dengan tiga kali sidang dewan masyarakat adat tersebut.

"Tentunya ini juga menjadi beban buat kami, terus terang. Memang beban itu terasa sejuk pada saat kami ingin melakukannya dengan hati murni, tangan bersih dengan tulus sehingga beban itu akan jadi beban yang sejuk dan mulia," jelas Hadi

"Saya katakan pada saudara-saudara saya di Bolmong. Ayo, mari kita semua lakukan dengan modal dengkul yaitu modal berlutut dan bersimpuh di kaki Sang Maha Kuasa untuk kita mohon kemampuan dan memohon supaya semua dimudahkan," lanjutnya.

Ia menyampaikan ingin terus berbakti dan bisa melakukan sesuatu yang berguna bagi saudara-saudara di Bolmong Raya. Meskipun ia mengaku, kemuliaan tersebut adalah suatu pekerjaan besar yang membutuhkan kerjasama kolaborasi dan sinergi dengan satu kesatuan hati dan kesatuan pikir.

"Saya sudah belajar dari senior saya Pak Darmono yaitu Chairman Founder dan Owner dari PT Jababeka Industrial Estate dan juga Founder President University bahwa ada istilah yang beliau pakai dan saya juga akan memakainya yaitu istilah ABG," imbuhnya.

Ia menjelaskan istilah ABG yaitu adanya kerjasama tiga pilar atau trilogi yaitu antara akademisi, bussinesman, dan government. Ketiganya harus diikat dengan kesatuan hati dan pikiran serta hati yang murni.

"Kalau tiga hal ini menjadi satu maka daerah itu akan cepat maju tapi kalau ketiga hal ini tidak bersinergi dengan baik maka tentunya akan tertatih-tatih karena memang butuh kesatuan-kesatuan ini," ucap Hadi.

Dalam mewujudkan itu, Hadi Pandunata ingin membangun Bolmong melalui jalur pendidikan dan investasi nyata dunia usaha yang akan menaikkan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Seperti yang telah ia lakukan saat ini adalah kolaborasi dan connecting antara IAIK dengan President University dengan penandatanganan MoU dan kemudian akan segera ditindaklanjuti dengan kunjungan dari para pimpinan IAIK ke President University dalam waktu dekat.

"Sehingga bisa langsung berkolaborasi bahkan melakukan kerja nyata yaitu kelas-kelas yang akan langsung di dikoneksikan bahkan pertukaran mahasiswa atau pengajar, dan IAIK bisa belajar dari President University yang sudah mempunyai pengalaman 20 tahun dan memiliki kampus yang bagus dan para lulusan-lulusan yang sudah terbukti di marketplace," ujarnya.  (RO/A-1)

BERITA TERKAIT