03 August 2022, 20:45 WIB

Borong Indonesia Perkuat Literasi Digital UMKM di Semarang


Haryanto |

MENYAMBUT peringatan Hari UMKM Nasional 2022 yang jatuh pada 12 Agustus, PT Borong Indonesia (Borong) menggelar kegiatan literasi digital untuk para pelaku UMKM dan pemilik usaha warung tradisional di Semarang.

Acara ini adalah rangkaian dari program Pekan Grosir Borong yang menandai ekspansi layanan Borong di Semarang, Jawa Tengah.

Kegiatan literasi digital bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan
pemahaman para pemilik warung mengenai pemanfaatan teknologi dalam
mengembangkan usaha. Pelatihan literasi digital bertema : Kiat mengembangkat Usaha di Era Digital, diikuti oleh pemilik warung tradisional sebagai peserta.

Dalam kegiatan itu dihadirkan pembicara Erwin Panigoro, pegiat
UMKM, yang juga pakar komunikasi digital dan dosen Universitas Indonesia.

Di hari yang sama Borong juga mengadakan sesi khusus bagi distributor, grosir dan pemasok yang akan bersinergi untuk mendukung dan mengembalikan kekuatan para pemilik warung agar dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing untuk mengembangkan usahanya.

Country Manager Borong Indonesia, Ronald Sipahutar mengatakan, komitmen
Borong dalam upaya pengembangan dan pemberdayaan sektor UMKM terus diwujudkan melalui berbagai program pendampingan. Salah satunya
adalah pelatihan literasi digital.

"Tidak dapat dipungkiri berbagai kendala harus dihadapi oleh pelaku UMKM untuk mempertahankan usahanya di masa sulit ini. Karena itu program pendampingan menyeluruh dari Borong diharapkan dapat membantu pelaku UMKM untuk berkembang," paparnya.

Selain program pendampingan untuk meningkatan kapasitas, lewat Pekan Grosir Borong perusahaan membukakanak sesbagi pemilik warung kedistributor dan fasilitas pembiayaan.

Pada kesempatan itu, Erwin Panigoro menyatakan Semarang memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan Semarang mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif di
masa pandemi.

Namun, kehadiran program dukungan bagi pelaku UMKM dari Borong juga ya membantu para pelaku UMKM dan pemilik usaha warung tradisional untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha. "Mereka dapat memanfaatkan seluruh potensi yang ada di wilayah Semarang dan sekitarnya," tambah Erwin.

Erwin melihat, pandemic telah mendorong akselerasi transformasi digital berlangsunglebihcepat, inovasi teknologi Borong menyediakan akses bagi pemilik usaha warung tradisional untuk terus tumbuh.

Setahun beroperasi di Indonesia, Borong tidak hanya membawa dampak ekonomi, tapi juga dampak positif secara sosial. Pemilik usaha warung
tradisional yang sebagian besar dimiliki oleh ibu rumah tangga dan dikelola sebagai usaha sambilan di sela-sela kesibukan mengurus keluarga dapat merasakan manfaat dari solusi yang diberikan Borong.

Platform yang digunakan Komunitas Borong memudahkan anggotanya, termasuk para ibu rumah tangga yang menjalankan usaha warung, untuk berbelanja kebutuhan warung secara daring, mendapatkan harga yang lebih kompetitif, menikmati program promosi menarik yang ditawarkan distributor serta bebas biaya kirim untuk jarak tertentu.

Waktu yang biasanya dihabiskan untuk berbelanjapun kini bias digunakan untuk berdiskusi dengan tim Borong dan menyusun strategi pemasaran serta rencana pengembangan usaha.

Setelah Semarang, efektif Agustus 2022 layanan Borong juga dapat diakses di Jakarta dan sekitarnya. Borong akan terus memperluas jangkauan layanannya dan membantu para pelaku UMKM, termasuk memberdayakan lebih dari 3,6 juta warung yang ada di Indonesia.

Borong adalah platform rantai pasokan distribusi terintegrasi dan terpercaya yang menyederhanakan proses distribusi, fokus pada pelanggan, dan membantu bisnis tumbuh secara eksponensial.

Borong merupakan ekspansi dari Dropee, sebuah merek regional yang berdiri sejak 2017 di Malaysia. (N-2)

 

BERITA TERKAIT