26 July 2022, 22:15 WIB

Terperosok ke Lubang, 3 Penambang Emas Ilegal Tewas di Merangin


Solmi |

PENAMBANGAN emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Merangin, Jambi, kembali menelan korban jiwa. Selasa (26/7), tiga penambang emas ilegal dilaporkan tewas setelah terperosok puluhan meter ke dalam lubang tambang sistem jarum berlokasi di Desa Birun, Kecamatan Pangkalan Jambi, Merangin.

Ketiga penambang nahas tersebut merupakan warga Kecamatan Sungai Manau yang berdekatan dengan Kecamatan Pangkalan Jambi. Korban bernama Irfan, 25 tahun, warga Desa Durian Lecah, Aprijal, 23, dan Saipuri, 25, keduanya asal Desa Sungai Nilau, Sungai Manau, Merangin.


Baca juga: Ratusan Ribu Hektare Lahan Kritis di Jateng Kembali Dihijaukan


Berdasarkan keterangan yang dihimpun Media Indonesia, ketiga korban terperosok ke dalam lubang tambang sistem jarum pada Selasa siang.
Ketiga ketiganya sedang mengangkat mesin pompa air untuk menyedot air dari lubang tambang. Namun nahas, bibir lubang yang diinjak terbis sehingga ketiganya terjatuh ke lubang tambang bekas digarap penambang ilegal sebelumya.

Berkat bantuan sejumlah rekan korban, ketiganya berhasil dievakuasi dari dalam lubang tambang Selasa sore, tetapi dalam keadaan meninggal dunia.

Kecelakaan maut yang dialami pekerja tambang ilegal tersebut dibenarkan pihak kepolisian setempat. Menurut Kapolsek Sungai Manau
Inspektur Satu Mulyono, kabar tersebut baru mereka dapatkan Selasa sore. Pihaknya akan turun ke lapangan untuk mengecek kecelakaan kerja di lokasi tambang emas ilegal di pinggiran Desa Birun tersebut. (OL-13)

BERITA TERKAIT