22 July 2022, 16:25 WIB

Candi Borobudur dan Merapi Jadi Objek Fotografer Dunia Ikut Pameran


Ardi Teristi Hardi |

SEBANYAK 222 fotografer dari 22 negara mengikuti pameran fotografi internasional bertema Bara-Api di Museum H Widayat, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Ketua Panitia Pameran Fotografi Internasional Bara-Api, Teguh Santosa, menyampaikan, pameran ini didasari atas keresahan para fotografer karena bencana pandemi covid-19 yang berlangsung sejak awal 2020.

Meski pandemi mulai mereda tahun ini, akibat yang ditimbulkan sangat dirasakan masyarakat, seperti keterpurukan pariwisata dan perekonomian.

"Kondisi itu jelas menghantam sektor wisata yang pada akhirnya merusak tatanan dan aktivitas ekonomi, hingga memperdalam luka dan derita, termasuk di dua ikon bersejarah, Borobudur dan Merapi," kata Teguh di Kopi Pak Pos, Kota Yogyakarta, Kamis (21/7).

Dari situ, para fotografer pun memiliki ide untuk mengadakan pameran fotografi bertaraf internasional tentang Candi Borobudur dan Gunung Merapi.

Judul pameran Bara-Api berasal dari kata 'Bara' yang diambil dari nama lama Candi Borobudur, yaitu Bara Beduhur, yang berarti vihara di tempat yang tinggi, sedangkan kata 'Api' diambil dari nama Gunung Merapi.

Salah satu inisiator pameran sekaligus koordinator kurator pameran, Risman Marah, mengatakan, melalui pameran ini, para fotografer ikut berkontribusi melakukan social healing, pemulihan ekonomi, dan spirit of life.

Pameran fotografi digelar dengan skala internasional agar gema dan efeknya lebih luas serta mendalam.

"Para fotografer menangkap objek Candi Borobudur dan Gunung Merapi dengan segala kisah, sudut, perspektif, dan sejarahnya," kata dia.

Plh Direktur Keuangan Umum dan Komunikasi Publik Badan Otorita Borobudur, Yusuf Hartanto, mengatakan, menjadi tugas pihaknya untuk memfasilitasi dan memotivasi mereka yang bergerak di bidang ekonomi kreatif, salah satunya fotografi, di kawasan Candi Borobudur dan sekitarnya.


Baca juga: NTT Gelar Festival Musim Dingin di Pegunungan Fatumnasi


"Kami dengan senang hati mendukung kegiatan ini karena akan membangkitkan motivasi di destinasi superprioritas Borobudur," ujar dia.

Fotografer senior, Don Hasman, menambahkan, dua ikon agung Borobudur dan Gunung Merapi itu menjadi pilihan tema karena memang sangat populer, penuh misteri, sejarah, dan pesona yang luar biasa.

Candi Borobudur memiliki daya tarik karena merupakan karya kebudayaan dan peradaban lama di abad ke-8 yang menjadi salah satu destinasi wisata dunia.

Di sisi lain, Gunung Merapi memiliki daya tarik karena menunjukkan fenomena unik, yaitu memuntahkan lava pijar sejak akhir 2019.

Salah satu kurator pameran Bara-api, Profesor Soeprapto Soedjono, menambahkan, yang menarik dari pameran ini ialah kesakralan, misteri,
sejarah, dan sejuta kisah tentang Candi Borobudur dan Gunung Merapi. Itulah yang menantang para fotografer untuk mengeksplorasi dan mengkreasi dalam karya visual fotografi.

Direktur Museum H Widayat, Purnomo Sidhi, mengatakan, karena penting dan besarnya pameran ini, pihaknya juga mempersilakan pameran fotografi Bara-Api menggunakan tempatnya.

"Pameran ini boleh menggunakan museum dan dua galeri yang kami punya, bahkan kalau perlu seluruh areal seluas 11.000 meter persegi boleh dipakai pameran," imbuh dia.

Pameran akan dibuka Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada Sabtu (23/7) pukul 10.00 WIB. Pameran akan berlangsung selama sebulan, berakhir pada 23 Agustus 2022.

Para kurator pameran ini ialah Darwis Triadi, Oscar Motuloh, Arbain Rambey, Don Hasman, Risman Marah, Beawiharta Belly, Soeprapto Soedjono, Johnny Hendarta, Agatha Anne Bunanta, Andiyan Lutfi, Bambang Wijanarko, Fajar Purnomo Sidi, Fauzie Helmy, Ferry Ardianto, Hong Djien Oei, Irwandi Oldprint, Ridha Kusumabrata, Roy Genggam, Suherry Arno, dan Suparno. (OL-16)

BERITA TERKAIT