20 July 2022, 17:42 WIB

Wabah PMK Turunkan Produksi Susu Sapi Perah Di Cianjur


Benny Bastiandy |

PRODUKSI susu di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terdampak penyakit mulut dan kuku (PMK). Dari produksi rata-rata sekitar 3.300 liter per hari, sekarang jadi kisaran 2.300 liter per hari.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan Kabupaten Cianjur, Ade Dadang Kusmayadi, menuturkan dari laporan pengurus Koperasi Sapi Perah Cianjur Utara (KSPCU), menyebarnya wabah PMK berdampak terhadap produksi susu sapi perah. Terjadi penurunan produksi sekitar 1.000 liter per hari.

"Ada dampak terhadap produksi susu. Terjadi penurunan sekitar 1.000 liter per hari," kata Ade, Rabu (20/7).

Masih terdapat sapi perah yang menjalani perawatan karena bergejala klinis. Terhadap sapi perah yang terjangkit PMK, belum bisa dilakukan vaksinasi. "Harus menunggu tiga bulan dulu baru bisa divaksin PMK," terangnya.

Ade menyebut tren hewan ternak yang terjangkit PMK di Kabupaten Cianjur grafiknya terpantau mulai turun. Di sisi lain, grafik hewan ternak yang sembuh terpantau meningkat.

"Penanganan bagi hewan ternak yang terjangkit PMK kita lakukan secara optimal. Alhamdulillah hewan ternak yang bergejala klinis sudah banyak yang sembuh. Sekarang tersisa tinggal beberapa persen lagi. Ya, sekitar 200-an ekor lagi," kata Ade.

Vaksinasi pun masih terus berjalan. Dari target sebanyak 4.800 ekor sapi, yang sudah mendapatkan vaksin sebanyak 3.505 ekor.

"Kami terus menyisir peternakan yang hewan ternaknya belum divaksin. Penyisiran ini untuk memenuhi target pemberian vaksin sebanyak 4.800 dosis," pungkasnya. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT