19 July 2022, 17:05 WIB

Warga Lempari Kapal SAR Desak Pencarian Korban Hilang KM Cahaya Arafah


Hijrah Ibrahim (MGN), Narendra Wisnu Karisma (SB) |

PENCARIAN korban hilang penumpang KM Cahaya Arafah yang tenggelam di Perairan Desa Tokaka, Kabupaten Halmahera Selatan oleh Tim SAR gabungan terpaksa dihentikan lantaran warga melempari Kapal SAR Pandudewanata.

Insiden pelemparan itu terjadi saat kapal operasional milik Basarnas itu berlabuh di Dermaga Desa Tokaka. Warga kesal kepada Tim SAR yang tidak melakukan penyelaman dalam proses pencarian korban hilang. Kapal SAR Pandudewanata pun dengan kecepatan penuh meninggalkan dermaga Desa Tokaka lantaran aksi tersebut.

"Operasi SAR hari ini masih belum bisa dilanjutkan karena masyarakat masih belum bersabar dalam meminta kami melakukan penyelaman," Kepala Basarnas Ternate Fatur Rahman, Selasa (19/6/2022).

Ia menjelaskan, proses pencarian terhadap 13 korban hilang akan terus berlanjut. Namun saat ini tim SAR dalam proses menunggu pengiriman alat selam dan alat pendeteksi keberadaan korban dari Ternate.

“Alat penyelaman itu sebenarnya dalam perjalanan yang dikirim dari Unit Siaga SAR di Bacan. Kita juga sedang menunggu alat pendeteksi keberadaan korban dari Basarnas Ternate," terangnya.

Fatur meminta warga menahan diri dan tidak berbuat anarkistis. Ia berharap masyarakat justru bisa bekerja sama dengan Tim SAR dalam melakukan pencarian.

"Kita berharap masyarakat bersabar dan saling membantu,“ pintanya.

KM Cahaya Arafah tenggelam di Perairan Pulau Tokaka, Halmahera Selatan, saat berlayar dari Ternate menuju Gane Barat pada Senin (18/7/ 2022). 

Sesuai laporan manifest awal, terdapat 76 orang yang berada di atas kapal KM Cahaya Arafah. Namun, setelah didata kembali terdapat 77 orang. 64 telah ditemukan dalam keadaan selamat, tersisa 13 orang yang masih dalam pencarian. (Ren/A-3)

BERITA TERKAIT