19 July 2022, 08:15 WIB

Selesai Dibangun, RS Adonara akan Beroperasi pada 2023


Gabriel Langga |

SELAMA ini, warga yang tinggal di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) selalu mengalami kesulitan di bidang akses kesehatan. Bila warga yang sakit parah, keluarga harus menggunakan transportasi laut berupa kapal motor agar bisa dirujuk ke RSUD dr Hendrikus Fernandez Larantuka dengan memakan waktu 2,5 jam. Hal itu karena tidak adanya rumah sakit di wilayah kepulauan itu.

Kini, masyarakat bisa merasa sedikit lega. Sebab, sebuah rumah sakit yang dibangun di Pulau Adonara, tepatnya di Desa Saosina, Kecamatan Adonara Timur telah diselesaikan pekerjaannya sehingga bakal beroperasi pada 2023 untuk melayani warga yang ada di Kepulauan.

Penjabat Bupati Flores Timur Doris Alexander Rihi mengatakan pembangunan pekerjaan Rumah Sakit Adonara telah selesai.
Namun, lanjutnya, rumah sakit tersebut belum bisa beroperasi karena belum tersedia pasokan listrik dan air.

Baca juga: Jenazah Leburaya Disambut Forkopimda Flotim sebelum ke Adonara

"Jadi, kita lagi berupaya memasok listrik dan air. Kita sudah berdiskusi dengan pihak PLN. Mereka siap memasok daya listrik ke rumah sakit. Mudah-mudahan tahun depan rumah sakit ini sudah bisa beroperasi melayani masyarakat," papar dia, Selasa (19/7).

Dia pun menambahkan kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi oleh rumah sakit itu adalah kebutuhan alat kesehatan dan sumber daya manusia serta perawatan rumah sakit ini sendiri.

"Rumah Sakit ini belum bisa dioperasikan karena belum tersedianya peralatan medis dan nonmedis serta bangunan pendukung lainnya. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa dioperasikan. Kalau soal anggaran, kita sudah persiapkan," ujar dia.

Doris juga mengaku pernah menemui Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Sadikin, bulan lalu, untuk meminta pembangunan Rumah Sakit Pratama di Pulau Solor. 

Bagi dia, pembangunan Rumah Sakit Pratama di Pulau Solor menjadi suatu kebutuhan yang sangat penting, mengingat kasus kematian Ibu dan anak akibat terlambatnya pelayanan rujukan cukup tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Flotim Agustinus Ogie Silimalar mengatakan pembangunan rumah sakit ini dimulai sejak 2011 hingga diselesaikan pekerjaannya pada 2022.

"Memang, jangka waktunya yang pekerjaannya sangat lama. Pekerjaan rumah sakit itu sudah diselesaikan pekerjaannya. Tetapi sampai saat ini belum bisa dioperasikan," papar dia.

Ia pun menuturkan yang menjadi kebutuhan utama dan mendasar adalah dalam pembangunan rumah sakit ini adalah penyediaan jaringan air dan pasokan listrik pada rumah sakit ini.

Selanjutnya,  Camat Ariston Ola mengatakan kehadiran rumah sakit di Pulau Adonara ini merupakan kebanggan masyarakat Adonara, sehingga dirinya berharap rumah sakit ini segera dioperasikan.  

"Kami berharap dalam waktu dekat, rumah sakit bisa beroperasi.Masyarakat Adonara berharap bisa dilayani urusan kesehatannya di rumah sakit ini," pungkas dia. (OL-1) 

BERITA TERKAIT